Sedikit penjelasan konsep transfer data yang sering diabaikan.

Saya sering ditanyai teman-teman, rekan-rekan dan kenalan lainnya tentang hal ini. Tidak secara spesifik tentang transfer data memang. Yang biasa ditanyakan adalah kenapa internet lambat, kenapa loading web lambat, kenapa mengirim file lambat, dan hal-hal ‘lambat’ lainnya.

Oke, jadi hal pertama yang harus diperhatikan adalah setiap periferal pada komputer, juga jaringan mempunyai spesifikasi masing-masing. Setiap perusahaan hosting pun memilikinya.

Spesifikasi yang saya maksud di sini ya kecepatan transfer datanya. Misalkan di sebuah USB Flash Disk tertera tulisan 10 MB/s read and 5 MB/s write. Itu artinya kecepatan komputer membaca/menyalin data dari Flash Disk adalah 10 MB/s, sedangkan jika menyalin/memasukkan data ke Flash Disk adalah 5 MB/s.

10 MB/s itu sendiri berarti jika temen-temen punya video sebesar 100 MB, maka waktu yang diperlukan untuk transfer data tersebut adalah 10 detik.

Oh ya, teman-teman juga harus memperhatikan penulisan kecepatan transfer ini, karena ada yang menulis menggunakan ‘B’ (contoh: 10 MB/s), ada juga yang menuliskan menggunakan ‘b’ (contoh: 100 Mb/s). Bedanya apa? Bedanya adalah 1 B = 8 b (B=Byte, b=bit). Jadi jika kecepatan speedy teman-teman adalah 384 Kb/s, maka sesungguhnya jika mendownload, kecepatannya hanyalah 48 KB/s (384 : 8 = 48).

Dalam jaringan, kecepatan yang perlu diperhatikan adalah kecepatan dari LAN card. Saat ini sudah banyak perangkat jaringan yang ‘katanya’ sudah mendukung kecepatan transfer di atas 100 Mb/s. Wireless berteknologi MIMO bahkan sudah mendukung kecepatan sampai 300 Mb/s.

Sayangnya, kecepatan 300 Mb/s itu pun bisa dibilang mubazir jika kecepatan di LAN card teman-teman hanya sampai 100 Mb/s.

Analoginya begini, mobil Lamborghini, yang katanya mampu berlari sampai kecepatan 200 Km/jam, ga akan ada gunanya jika digunakan di jalanan Kota Jakarta yang terkenal kemacetannya. Demikian juga kecepatan transfer data. Teman-teman mungkin tergiur dengan beberapa provider yang menawarkan kecepatan internet yang mencapai 9 Mb/s. Tapi sebelum itu, periksa dulu perangkat yang teman-teman gunakan. Jika hanya mendukung sampai 5 Mb/s, tentunya 4 Mb/s-nya tidak bisa dinikmati bukan?

Hal lain yang harus diperhatikan adalah kecepatan write dari medium penyimpanan yang kita gunakan. Misalkan harddisk. Bersyukurlah karena kecepatan write dari harddisk sekarang sudah lumayan cepat. Karena harddisk-harddisk jadul hanya mendukung kecepatan write yang sangat rendah

Jadi kecepatan internet atau jaringan yang katanya dapat mencapai 1 Gb/s itu ga ada gunanya juga jika kecepatan write ke media penyimpanan yang kita gunakan hanya 500 Mb/s.

Tentang kenapa internet lambat, ada beberapa kemungkinan.

1. Provider

Jika menggunakan telkomnet instan ya jelas-jelas lelet. Kecepatan transfer data maksimumnya hanya 56 Kb/s. Menggunakan 3G atau HSDPA mungkin lumayan. Tapi itu juga tergantung dari kekuatan sinyal yang didapat.

2. Server hosting bandwidth-nya kecil

Website-website milik perusahaan-perusahaan raksasa macam Google, Facebook, dan Microsoft mempunyai bandwidth yang besar. Tapi jika trafiknya padat, bisa saja loadingnya lambat. Sama seperti analogi jalanan macet tadi. Yang bandwidth-nya besar aja bisa lelet, apalagi yang bandwidth-nya kecil.

3. Trafik di jaringan kita yang sedang padat

Jika teman-teman mengakses internet di warnet atau kantor, dan saat itu sedang rame, dipastikan internet ga akan selancar sepereti biasa.

4. Kecepatan transfer data periferal

Kecepatan transfer data dari LAN card, modem, switch, harddisk, dan peralatan jaringan lainnya yang kita gunakan sangatlah menentukan.

Kesimpulannya, jangan langsung tergiur dengan promosi-promosi dari provider yang menjual besarnya kecepatan transfer data (download/upload). Kita juga harus cermat dalam melihat spesifikasi-spesifikasi peralatan yang kita gunakan. Semoga konsep transfer data ini bisa mencerahkan kita semua. :D

Oh ya, semua kecepatan transfer data yang saya tulis di atas hanya perkiraan saja untuk analogi.

Ada yang ingin ditanyakan? Atau ada kesalahan dalam tulisan saya ini? Mari kita diskusikan di form komentar. :)

Togap Tartius

Freelance web developer. Mantan guru komputer. Suka membaca dan berpikir. Hobi mengutak-atik komputer baik software maupun hardware.

More PostsWebsite

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInGoogle Plus