Guru. Sebuah pekerjaan atau profesi yang bukan merupakan pilihan utama bagi kebanyakan orang. Bahkan yang bercita-cita menjadi guru pun sedikit. Saya ingat waktu SD dulu (lupa kelas berapa), waktu kami ditanya ‘cita-citanya ingin menjadi apa?’, sedikit sekali yang menjawab ‘menjadi guru’. Kebanyakan memilih ingin menjadi dokter, polisi, tentara, dan presiden. Bahkan tidak sedikit teman-teman saya yang berganti cita-cita tiap 3 hari sekali.

Maklumlah anak-anak.

Sayangnya alasan utama kebanyakan anak, bahkan orang-orang untuk tidak memilih menjadi guru adalah karena guru tidak sejahtera. Paling tidak di jaman saya sekolah dulu. Saya ingat guru-guru dulu itu naik motor saja udah ‘wah’. Kebanyakan naik sepeda, naik angkutan umum, atau berjalan kaki. Kalau sekarang sih guru sudah sejahtera. Apalagi kalau sudah bersertifikat. Wah, saya perhatikan saja di SMA saya sekarang, guru-gurunya hampir semuanya sudah memiliki mobil. Jika dibandingkan dengan waktu saya SD atau SMP dulu, wah jauh.

Kembali ke topik cita-cita tadi. Saya termasuk ke dalam kelompok ‘kebanyakan orang’. Ya, saya tidak pernah sekalipun bercita-cita menjadi guru. Cita-cita saya sejak kecil adalah menjadi Pilot, yang mungkin cita-cita itu sekarang bisa dibilang mustahil saya raih. Kecuali jika saya nantinya mempunyai uang yang sangat banyak dan bisa membeli pesawat sendiri dan menjadi pilotnya. Yah, doakan saja.

Dan hal yang tidak pernah saya cita-citakan tersebut ternyata malah saya alami sekarang.

Saya menjadi guru.

Menjadi guru honor (sekarang sudah kontrak) di Yayasan Katolik, almamater SD dan SMP saya. Pada awalnya sih saya ingin menjadi pengelola lab komputer saja saat melamar di situ, karena teman saya yang lebih dahulu diterima mengatakan pihak yayasan masih membutuhkan tenaga. Tapi ternyata unit SMA di sana juga masih membutuhkan tenaga untuk mengisi posisi guru TIK.

Jadilah saya sekarang, Guru TIK di SMA Katolik St. Petrus Kanisius Palangka Raya.

Dan satu hal yang saya pelajari dari hal ini adalah, apa yang tak pernah kita pikirkan mungkin saja akan kita alami. Sekarang tergantung dari setiap kita bagaimana menyingkapinya, positif atau negatif.

Rekan-rekan yang nasibnya seperti saya, kalian tetep semangat juga yah. Hari kemenangan akan segera tiba. :D

Kisah awal saat saya baru menjalani pekerjaan ini akan saya tulis di postingan lain. :request

Togap Tartius

Freelance web developer. Mantan guru komputer. Suka membaca dan berpikir. Hobi mengutak-atik komputer baik software maupun hardware.

More PostsWebsite

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInGoogle Plus