Sejak kali pertama diperkenalkan pada tahun 1994, Universal Serial Bus (USB) menjadi bus primadona yang menyingkirkan para pesaingnya (port serial dan parallel). USB telah menjadi standar de facto dalam industri PC. Miliaran perangkat telah diciptakan dengan standar ini. Perkembangan teknologi wireless mengantarkan pada tahap evolusi selanjutnya pada bus ini: Wireless USB (WUSB).

WUSB menjanjikan perluasan kemudahan penggunaan yang legendaris dari USB tradisional, dengan menambah konsep “plug-and-play” ke dalam lingkungan dimana kabel antara PC dan perangkat tidak lagi diperlukan. Teknologi radio baru, Ultra-wideband (UWB), telah menjadi jantung evolusi ini. Metode transmisi data highbandwidth namun low-power ini memungkinkan koneksi berkecepatan tinggi dan aman yang dibutuhkan, seperti pada USB tradisional.

Pada tahun 2004 platform radio yang dikembangkan oleh WiMedia Alliance ini telah dipilih untuk dijadikan dasar untuk WUSB. Pada Mei 2005, Wireless USB Promoter Group (yang terdiri dari tujuh perusahaan: Intel Corporation, HP, LSI Logic, Microsoft Corporation, NEC Corporation, NXP Semiconductors, dan Samsung Electronics) telah menetapkan spesifikasi inti WUSB (versi 1.0. WUSB dirancang dari nol untuk menjawab tantangan spesifik wireless communication dan personal networking).

WUSB dirancang untuk bekerja optimal pada jarak kurang dari 10 meter dari komputer. Secara teori, kecepatan maksimum transfer data WUSB hingga 480 Mbps. Namun pada kenyataannya, kinerja riil perangkat ini berkisar antara 50-100 Mbps pada jarak dekat. Semakin jauh jarak antara perangkat WUSB dengan komputer, semakin turun pula kinerjanya. Komputer yang mengintegrasikan dukungan WUSB dalam sistemnya akan memperoleh kinerja yang lebih tinggi (mendekati 200 Mbps) ketimbang menggunakan dongle.

WUSB dan UWB

WUSB dibangun di atas model operasional dasar dari USB tradisional. Perbedaannya hanya terletak pada tidak adanya kabel fisik yang menghubungkan perangkat seperti printer, keyboard, dan media penyimpanan ke komputer. Sama seperti pada USB, modus plug-and-play juga berlaku pada perangkat yang dihubungkan melalui WUSB. Untuk menjalankan WUSB tidak dibutuhkan instalasi apapun (selain driver dan software perangkat).

Kunci utama WUSB terletak pada radio UWB dan sistem antena. UWB yang digunakan dalam WUSB beroperasi di rentang frekuensi 3,1 GHz sampai 10,6 Ghz (sebagai perbandingan, jaringan Wi Fi 802.11 umumnya beroperasi di frekuensi 2,4 GHz, frekuensi yang sama digunakan pula oleh beberapa perangkat wireless seperti cordless phone, microwave oven, dan perangkat Bluetooth). Salah satu keunggulan UWB adalah rendahnya konsumsi daya (sangat cocok untuk perangkat portabel), dan spektrum fruekuensi operasi yang lebar.

UWB sebenarnya bukan teknologi baru pada 1960-an telah digunakan oleh militer, terutama untuk berkomunikasi secara aman di daerah yang terjangkau oleh radar. Dahulu teknologi ini dikembangan secara tertutup oleh pemerintah AS, namun sekarang teknologi UWB telah dibuka, dan setiap orang bisa berpartisipasi dalam pengembangannya tanpa batasan dan pengawasan lagi dari pemerintah AS.

Sistem radio UWB yang digunakan pada WUSB berbeda dengan teknologi wireless lainnya yang telah lama dikembangkan, karena ia menyebarkan transmisi data dalam bentuk yang kecil melalui spektrum frekuensi yang sangat lebar, serta hemat dalam penggunaan daya. Singkatnya, hal ini memungkinkan sistem wireless menghindari transmisi data di frekuensi sibuk, seperti pada kisaran 5 GHz (802.11a dan beberapa cordless phone).

WUSB memungkinkan hingga 127 perangkat untuk terhubung langsung dengan sebuah komputer. Tidak seperti pada USB tradisional, untuk menghubungkan semua perangkat tersebut sama sekali tidak dibutuhkan hub. Selain itu, karena ketiadaan kabel, perawatan perangkat pun tentu akan jauh lebih mudah dilakukan.

WUSB Menggantikan USB?

Meski perkembangan teknologi wireless sangat pesat dalam industri komputer, koneksi berbasis kabel masih menikmati beberapa keuntungan seperti kecepatan dan keamanan yang lebih baik dibandingkan pesaingnya. Hal ini disebabkan sinyal elektron berjalan lebih baik di dalam helaian kabel tembaga, ketimbang merambat di udara yang rentan terhadap interferensi. Sebagai ilustrasi, tidak mungkin ada pihak ketiga yang mengakses media penyimpanan eksternal saat dihubungkan dengan PC, bila Anda menggunakan koneksi USB tradisional.

Artinya, USB tradisional 2.0 dan 3.0 (SuperSpeed USB) masih akan tetap digunakan dalam jangka yang mungkin agak panjang. Selain itu, dari sisi harga, perangkat yang mengguna kan kabel USB pastilah lebih terjangkau ketimbang pesaingnya yang menggunakan gelombang radio. Untuk pengguna yang tidak membutuhkan kenyamanan dan kebebasan wireless yang ditawarkan WUSB, kabel USB tetap menjadi pilihan terbaik. Setidaknya hingga saat ini.

sumber: Tabloid PCMild

Togap Tartius

Freelance web developer. Mantan guru komputer. Suka membaca dan berpikir. Hobi mengutak-atik komputer baik software maupun hardware.

More PostsWebsite

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInGoogle Plus