Website yang setiap hari Anda buka dengan Internet Explorer, Firefox ataupun browser lainnya berjalan di atas services yang dinamakan sebagai web server. Tanpa web server, sebuah website tidak akan bisa berjalan. Apache dan IIS adalah dua web server yang menguasai dunia ini. Apache biasanya di install dengan sistem operasi Linux walaupun Apache yang lebih bersifat independen ini bisa juga di install ke dalam sistem windows. Karena di windows (NT/2000/2003/XP Pro) sudah terdapat web server secara default, yaitu IIS, maka tidak mengherankan bahwa web server inilah yang paling banyak digunakan di dalam lingkungan Windows.

Menginstal IIS

Menginstall IIS umumnya sangat mudah karena sudah terintegrasi ke dalam sistem operasi Windows NT/2000/2003 dan XP Profesional. Untuk melakukan instalasi web server IIS pada Windows XP Profesional, klik menu
Control Panel > Add/Remove Programs > Add/Remove Windows Components > Internet Information Services(IIS) > Next.
Bagaimana Anda bisa mengetahui bahwa sebuah web server telah aktif ? Gunakan IE tau browser Anda dan masukkan alamat http://AlamatIP_Anda atau http://127.0.0.1 atau http://localhost/.

Home Direktori Web Server

Pada saat Anda mengetikkan http://127.0.0.1, komputer menampilkan sebuah halaman default. Darimanakah halaman ini? Bagaimana menggantinya? Setiap web server memiliki home direktory atau direktory induk. Sebagai contohnya, untuk melihat home direktory server IIS Anda, klik menu
Control Panel > Administrative tools > Internet Informations Services > nama komputer Anda (local computer) > Web Sites > Klik kanan Default Web Sites > Properties > Home Directory > Local Path
Secara default, home directory web server IIS adalah c:inetpubwwwroot. Artinya, hanya file-file yang disimpan pada direktory ini dan direktory anaknya yang dikenal oleh dunia web. Sebagai contoh, ketika Anda memasukkan sebuah file bernama a.txt pada direktory c:inetpubwwwroot, maka Anda akan bisa mengaksesnya melalui browser dengan mengetikkan http://localhost/a.txt yang secara otomatis akan menampilkan file a.txt. Jika Anda mempunyai file b.txt yang berada pada direktory c:inetpubwwwroottestb.txt, maka secara otomatis file tersebut bisa dilihat melalui browser dengan mengetikkan http://localhost/test/b.txt.

Default Documents

Terkadang, ketika Anda mengetikkan sebuah alamat URL, Anda sama sekali tidak melihat nama file yang ditampilkan. Seperti contohnya, Anda bisa mengetikkan URL http://www.jasakom.com/ atau http://www.detik.com/ atau http://www.klikbca.com/, tidak ada keterangan nama file yang dibuka. Kenapa tidak ada nama file seperti yang telah saya contohnya sebelumnya? Ada yang mengatakan file tersebut adalah index.htm, ada pula yang mengatakan bahwa file tersebut pastilah index.asp atau default.htm sehingga tidak perlu lagi ditampilkan namanya. Semuanya jawaban tersebut lebih banyak salahnya daripada benarnya. Setiap direktori web server, mempunyai apa yang dinamakan sebagai Default Document atau halaman default. Seandainya Anda tidak mengetikkan nama halaman yang hendak Anda tampilkan, maka secara otomatis akan digunakan halaman default ini. Sebagai contohnya, ketika Anda mengetikkan http://www.jasakom.com/, Anda tidak meminta nama halaman untuk ditampilkan, hanya nama domain. Untuk itu, server jasakom akan secara otomatis membuka halaman yang telah ditentukan sebelumnya sebagai default document, yaitu index.aspx. Apakah harus default.aspx? Tidak! Anda bisa mengatur halaman apa saja yang hendak dijadikan sebagai default document atau halaman default ini melalui menu :
Control Panel > Administrative tools > Internet Informations Services > nama komputer Anda (local computer) > Web Sites > Klik kanan Default Web Sites > Properties > Documents > Enable Default Document.

Pada contoh IIS XP, terlihat bahwa secara default, dokumen yang akan digunakan ketika Anda tidak memasukkan nama file adalah Default.htm. Seandainya, default.htm ini tidak ada di home direktori web server, maka akan digunakan halaman default ke dua yaitu default.asp. Jika tidak ada lagi, maka akan digunakan index.htm dan pilihan terakhirnya adalah file iistart.asp. Melalui menu ini, Anda bisa mengganti halaman default dan urutan halaman yang akan digunakan. Jadi halaman default di sini bisa apa saja dan untuk alasan keamanan, Anda bisa menggunakan nama yang tidak biasa seperti js1208.htm, dan lain sebagainya.

Alamat IP, Localhost atau 127.0.0.1 ?

Pada contoh, terkadang saya memberikan contoh dengan mengetikkan http://localhost, terkadang dengan http://127.0.0.1, dan terkadang saya mengatakan ketikkan http://NomorIP_Anda. Apa beda semua alamat itu ? Alamat IP 127.0.0.1 adalah alamat IP khusus yang mengatakan “komputer ini” atau sering disebut menunjuk IP lokal. Maksudnya begini, setiap komputer yang mempunyai protokol IP akan mempunyai alamat IP 127.0.0.1. Jadi komputer A, B, C dan D akan mempunyai alamat IP 127.0.0.1 yang menunjuk ke komputer mereka masing-masing. Alamat IP ini biasanya digunakan untuk troubleshooting masalah yang terjadi. Misalkan, teknisi biasa akan melakukan perintah ping 127.0.0.1 untuk memastikan bahwa protokol IP terinstall dengan baik. Contoh :

C:Documents and SettingsS’to>ping 127.0.0.1
Pinging 127.0.0.1 with 32 bytes of data:
Reply from 127.0.0.1: bytes=32 time<1ms TTL=128
Reply from 127.0.0.1: bytes=32 time<1ms TTL=128
Reply from 127.0.0.1: bytes=32 time<1ms TTL=128
Reply from 127.0.0.1: bytes=32 time<1ms TTL=128
Ping statistics for 127.0.0.1:
Packets: Sent = 4, Received = 4, Lost = 0 (0% loss),
Approximate round trip times in milli-seconds:
Minimum = 0ms, Maximum = 0ms, Average = 0ms

Apabila perintah ping 127.0.0.1 memberikan reply, artinya protokol IP terintall dengan baik. Perlu diperhatikan bahwa alamat 127.0.0.1 ini tidak menggunakan ethernet card yang Anda miliki. Artinya jika Anda bisa melakukan ping ke 127.0.0.1, belum tentu ethernet card Anda tidak ada masalah. Alamat IP dari ethernet card yang berhubungan dengan komputer lain bisa Anda ketahui dengan perintah ipconfig, seperti contoh berikut :

C:Documents and SettingsJasakom>ipconfig
Windows IP Configuration
Ethernet adapter Local Area Connection:
Connection-specific DNS Suffix . : localdomain
IP Address. . . . . . . . . . . . : 192.168.1.1
Subnet Mask . . . . . . . . . . . : 255.255.255.0
Default Gateway . . . . . . . . . :

Terlihat bahwa alamat IP yang digunakan oleh ethernet card adalah 192.168.1.1 dan alamat inilah yang digunakan untuk berkomunikasi dengan komputer lain. Lalu bagaimana dengan localhost ? Ketikkan perintah ping localhost seperti berikut ini :

C:Documents and SettingsS’to>ping localhost
Pinging m40-p545 [127.0.0.1] with 32 bytes of data:
Reply from 127.0.0.1: bytes=32 time<1ms TTL=128
Reply from 127.0.0.1: bytes=32 time<1ms TTL=128
Reply from 127.0.0.1: bytes=32 time<1ms TTL=128
Reply from 127.0.0.1: bytes=32 time<1ms TTL=128
Ping statistics for 127.0.0.1:
Packets: Sent = 4, Received = 4, Lost = 0 (0% loss),
Approximate round trip times in milli-seconds:
Minimum = 0ms, Maximum = 0ms, Average = 0ms

Terlihat bahwa komputer akan menerjemahkan localhost menjadi 127.0.0.1. Jadi ketika Anda mengetikkan http://localhost dan mengetikkan http://127.0.0.1, hasilnya adalah sama. Jika Anda ingin mengetahui kenapa harus localhost atau bisakah diganti dengan nama lain, jawabannya adalah bisa ! Pada saat Anda mengetikkan sebuah nama pada jaringan IP, sebenarnya komputer akan mencoba menanyakan terlebih dahulu kepada file windowssystem32etchosts. Jadi ketika Anda mengetikkan www.jasakom.com, komputer akan menanyakan terlebih dahulu kepada file hosts, “hei hosts, kamu tau ngga alamat www.jasakom.com ? kalau kamu tidak tau, saya baru akan menanyakannya kepada DNS”. Berikut adalah contoh isi file hosts:

C:WINDOWSsystem32driversetc>type hosts
# Copyright (c) 1993-1999 Microsoft Corp.
#
# This is a sample HOSTS file used by Microsoft TCP/IP for Windows.
#
# This file contains the mappings of IP addresses to host names. Each
# entry should be kept on an individual line. The IP address should
# be placed in the first column followed by the corresponding host name.
# The IP address and the host name should be separated by at least one
# space.
#
# Additionally, comments (such as these) may be inserted on individual
# lines or following the machine name denoted by a ‘#’ symbol.
#
# For example:
#
# 102.54.94.97 rhino.acme.com # source server
# 38.25.63.10 x.acme.com # x client host
127.0.0.1 localhost
192.168.1.11 www.jasakom.com

Anda bisa lihat bahwa terdapat sebuah baris yang mengatakan bahwa alamat 127.0.0.1 dinamakan sebagai localhost. Saya juga membuat sebuah baris yang mengatakan 192.168.1.11 adalah www.jasakom.com. Dengan cara inilah, beberapa percobaan yang mengharuskan penggunaan nama domain bisa dilakukan tanpa harus benar-benar terkoneksi ke internet ! Pembahasan tentang web server pada bagian ini sangatlah jauh dari kata lengkap, bahkan tidak layak dikatakan sebagai sebuah pembahasan. Pada bagian ini saya hanya menunjukkan pengetahuan dasar. Apabila Anda hendak mendalami tentang web server, belilah buku yang khusus membahas tentang ini. Ada banyak hal yang menarik tentang web server yang tidak dibahas di sini seperti setting keamanan, virtual direktory, optimasi, dan lain sebagainya.

Sumber : Bonus Pdf by S’to

None found.

Togap Tartius

Freelance web developer. Mantan guru komputer. Suka membaca dan berpikir. Hobi mengutak-atik komputer baik software maupun hardware.

More PostsWebsite

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInGoogle Plus