Gegap gempita Web 2.0 belum pula mereda, kini dunia WWW dihadapkan pada satu gagasan besar untuk mengubah layanan mereka. Sebagian ahli percaya, perkembangan Semantic Web akan menghasilkan kecerdasan buatan baru di dunia maya. Sebagian lagi menekankan perkembangan aplikasi berbasis web dan komputer grafis sebagai kunci evolusi WWW, yang dikenal dengan jargon Web 3.0.

Semantic Web akan membuat WWW menjadi lebih cerdas dan mengerti kebutuhan penggunanya. Anggaplah Anda sekarang ingin menonton film horor, dan makan di restoran cepat saji yang menawarkan menu kebab spesial. Anda membuka search engine, dan mencari tentang film, bioskop, dan restoran kebab. Anda ingin tahu film apa saja yang sedang diputar di bioskop, dan membaca resensinya.

Anda juga mencari restoran kebab terdekat dengan bioskop. Anda juga mungkin membaca testimoni para pengunjung beberapa restoran kebab. Paling tidak Anda membuka lima sampai sepuluh website, sebelum memutuskan pergi ke bioskop mana, menonton film apa, dan makan kebab di restoran mana. Di era Web 3.0 nanti, Anda tidak perlu bersusah-susah merangkai informasi sendiri dari beberapa website.

Cukup mengetikkan kalimat kunci “Di mana saya bisa menonton film horor yang bagus, dan makan kebab yang enak di sekitar kantor saya” pada search engine. Selanjutnya, search engine akan menganalisis pertanyaan tersebut, dan memberikan saran kapan dan di mana Anda bisa menghabiskan waktu luang sambil menikmati film horor sambil makan kebab.

Bukan hanya itu, banyak ahli yang percaya bahwa kelak web browser Web 3.0 pun akan semakin pintar, dan dapat bertindak sebagai asisten pribadi. Ketika Anda mengakses sesuatu di WWW, web browser akan mempelajari ketertarikan Anda. Semakin sering Anda mengakses WWW, semakin banyak informasi yang dikumpulkan web browser tentang apa yang Anda sukai dan tidak sukai, dan merangkainya dalam sebuah database.

Dari Web 2.0 Menuju 3.0

Pada mulanya, WWW merupakan sebuah papan pengumuman di dunia maya yang hanya dapat dibaca (read only) oleh para pengguna Internet. Pengembangan konten sepenuhnya berada di tangan organisasi yang berada di belakang sebuah website. Pada masa ini, WWW masih berada pada era Web 1.0.

Web 2.0 hadir sebagai pemecah kebekuan read-only menjadi readwrite di WWW. Pada era ini, pengguna dilibatkan secara aktif dalam membuat konten. Website-website yang selama berada di era Web 1.0 hanya menampilkan berita, pada era ini telah menambahkan fitur komentar agar pengunjungnya dapat meninggalkan pesan atau opini mereka. Selain itu, kehadiran website social networking (Friendster, Facebook, dll.) dan video sharing (YouTube, Layartancap.com, dll.) menambah semarak Web 2.0.

Kehadiran RIA (Rich Internet Application berbasis Ajax, Flex, dll), cara memperoleh informasi melalui RSS (Really Simple Syndicated), serta akses ke WWW yang dapat dilakukan melalui beragam media (ponsel, smartphone, bahkan konsol game) juga merupakan penanda penting dalam Web 2.0.

Bila Web 1.0 bersifat read-only, dan Web 2.0 bersifat read-write, maka Web 3.0 paling tidak harus bersifat read-write-execute. Web 3.0 akan mengizinkan pengguna Internet untuk memodifikasi tampilan bahkan resource website yang dikunjunginya. Bila pada Web 2.0, pengguna hanya dapat berpartisipasi pada pengembangan konten, pada Web 3.0 pengguna dapat menjalankan resource miliknya sendiri di WWW.

WWW bukan hanya menyediakan aplikasi untuk dijalankan, melainkan platform untuk menjalankan aplikasi dari penggunanya. Sebagai ilustrasi, Web 3.0 akan berperan seperti operating system multiuser. Siapapun dapat menginstal dan menjalankan aplikasi yang berbeda pada Web 3.0. Tentu saja, selain menyediakan platform untuk menginstal dan menjalankan aplikasi, Web 3.0 juga tetap menyediakan konten yang lebih canggih daripada pada era-era sebelumnya.

Koneksi Antarinformasi

Seperti yang telah disinggung di atas, Web 3.0 dapat bertindak sebagai asisten pribadi yang cerdas. Konsepnya sederhana. Bila pada Web 2.0, Internet digunakan untuk membuat koneksi antarmanusia (social networking), maka pada Web 3.0 koneksi yang terjadi adalah antarinformasi. Informasi apa saja yang terkoneksi? Lihat kembali ilustrasi pada awal artikel ini.

Informasi yang terkoneksi, seperti contoh di atas adalah bioskop, film, restoran, dan tentu saja lokasi Anda. Contoh lain, Anda memiliki uang 10 juta rupiah. Dengan uang tersebut Anda ingin membeli notebook untuk keperluan kantor, modem HSDPA, dan berlangganan Internet.

Saat ini, semua informasi di atas (notebook, modem, langganan Internet, dan budget Anda) tidak terkoneksi satu sama lain. Nah, di era Web 3.0, semua informasi di atas saling terkait satu sama lain. Anda tinggal memasukkan kebutuhan Anda serta budget yang dimiliki pada search engine. Biarkan search engine menganalisisnya, dan memberikan saran kepada Anda tentang merek notebook dan modem HSDPA yang bisa dibeli, dan kemana harus berlangganan Internet. Hidup jadi lebih mudah, bukan?

sumber: Tabloid PCMild

Togap Tartius

Freelance web developer. Mantan guru komputer. Suka membaca dan berpikir. Hobi mengutak-atik komputer baik software maupun hardware.

More PostsWebsite

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInGoogle Plus