Sebelum tahun 2000, kabar adanya virus yang menyerang ponsel bisa jadi hanya sekadar isu. Tapi, ketika teknologi komputer berkonvergensi ke dalam ponsel, virus ponsel bukan lagi isu. Jika tidak selektif terhadap data yang masuk ke dalam ponsel, bisa jadi Anda menjadi korban kesekian dari kejahatan selular. Waspadalah!

Virus ponsel pertama yang diketahui muncul pada tahun 2004, dengan nama Cabir.A, yang menginfeksi sebagian kecil ponsel yang mendukung Bluetooth. Namun virus tersebut tidak berbahaya, ia hanya proyek perintis dari developer malware, untuk membuktikan bahwa virus juga bisa menjangkiti ponsel. Selanjutnya, mereka mengirimkan Cabir.A kepada beberapa antivirus researcher, agar mulai menyiapkan sebuah solusi akan kemungkinan virus-virus ganas yang akan lahir kemudian.

Virus-virus ponsel yang ada sekarang masih berada pada tahap permulaan. Mereka belum menyebar dengan cepat, dan hampir tidak membuat kerusakan apa-apa pada ponsel Anda. Tapi, di masa depan bisa jadi virus-virus ini akan semakin mengganas, dan mengganggu kenyamanan Anda dalam berkomunikasi, layaknya virus-virus yang menjangkiti komputer saat ini.

Dasar-dasar Virus Ponsel

Pada dasarnya, virus ponsel sama dengan virus komputer, yakni file executable yang tidak diinginkan menginfeksi sebuah perangkat, kemudian menggandakan dirinya untuk menginfeksi perangkat lain yang terhubung. Jika pada komputer, virus menyebar melalui attachment pada e-mail, download file dari Internet, atau menggunakan media perantara seperti flash disk, maka virus ponsel menyebar melalui download file dari Internet, attachment pada MMS (multimedia messanging service), serta media transfer Bluetooth.

Sebagian besar infeksi pada ponsel saat ini terjadi, ketika Anda mendownload file dari PC atau Internet. Penyebaran antarponsel baru terjadi, pada ponsel yang menjalankan operating system Symbian. Operating system yang paling banyak digunakan berpeluang menjadi target penyebaran virus.

Seperti halnya pada virus komputer, file-file yang terinfeksi virus ponsel pun biasanya melakukan “penyamaran” sebagai aplikasi, seperti game, security patch, fungsionalitas tambahan (add-on), dan tentu saja pornografi dan barang-barang gratisan. Adapun pesan teks yang terinfeksi, biasanya mencuri baris judul (subject) dari pesan yang Anda terima dari seorang teman. Sama seperti membuka e-mail yang terinfeksi virus di komputer, Anda akan digiring untuk membuka attachment, yang berarti menginstal virus di ponsel Anda.

Bagaimana Virus Ponsel Menyebar

Jika Anda masih menggunakan ponsel jadul yang hanya bisa menerima dan melakukan panggilan telepon dan SMS, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Seperti yang diuraikan di atas, virus hanya menyerang ponsel-ponsel yang minimal memiliki fitur Bluetooth untuk menerima dan mengirimkan data. Sampai saat ini, virus ponsel menyebar melalui tiga cara:

  • Download dari Internet. Pada modus ini, virus ponsel menyebar sama seperti virus komputer. Pengguna ponsel men-download file yang terinfeksi virus dari komputer maupun langsung dari ponsel. Biasanya, file-file yang terinfeksi virus menyamar sebagai ringtone, theme, atau game.
  • Multimedia Messaging Service. Modus ini mirip dengan penyebaran virus melalui attachment e-mail. Virus menempel pada attachment MMS, dan meminta Anda untuk menjalankannya. Pengirimnya bisa berasal dari ponsel teman, yang telah terinfeksi virus, dan menyimpan nomor ponsel Anda dalam phonebooknya.
  • Koneksi Bluetooth. Di Indonesia, porsi terbesar penyebaran virus melalui koneksi Bluetooth. Selain karena belum banyak yang mengakses Internet melalui ponsel, atau menerima dan mengirim MMS, kebanyakan pengguna di tanah air tidak waspada dengan koneksi Bluetooth ponselnya, yang aktif saat berada di tempat-tempat umum.

Lindungi Ponsel Anda

Cara terbaik untuk melindungi ponsel, sama dengan cara melindungi komputer Anda dari serangan virus komputer, yakni jangan pernah membuka attachment yang tidak dikenal. Sedangkan langkah-langkah pencegahan yang dapat Anda lakukan antara lain:

  • Matikan Bluetooth discoverable mode. Atur opsi ponsel agar menjadi “hidden”, sehingga tidak terdeteksi oleh ponsel jahat yang berada di sekitar Anda.
  • Update terus pengetahuan Anda seputar nama file yang kemungkinan mengandung virus. Memang beberapa virus membuat nama-nama acak untuk file yang mengandung virus, tapi Anda masih dapat mengenali nama-nama file yang sering digunakan untuk membawa virus.
  • Instal antivirus di ponsel Anda. Cara kerja antivirus ponsel ini sama persis dengan antivirus pada komputer, yakni melakukan scanning pada file yang telah ada, atau yang sedang ditransfer ke ponsel Anda.

sumber: Tabloid PCMild

Togap Tartius

Freelance web developer. Mantan guru komputer. Suka membaca dan berpikir. Hobi mengutak-atik komputer baik software maupun hardware.

More PostsWebsite

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInGoogle Plus