Konon banyak di antara kita yang memperlakukan komputer, baik PC maupun server, laiknya seperti sebuah kulkas. Padahal, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh para ahli, sebagian besar komputer yang ada di lingkungan perusahaan maupun perumahan masih under-utilized. Artinya, kita baru memanfaatkan sedikit kemampuan aslinya.

Apa yang dapat kita lakukan untuk memanfaatkan kemampuan komputer secara optimal? Jawabannya adalah lakukan virtualisasi. Virtualisasi akan memberdayakan komputer yang selama ini under-utilized, seperti halnya Anda memberdayakan kulkas yang semula hanya difungsikan sebagai pendingin air, menjadi freezer untuk membuat es, menjadi tempat mengawetkan sayur-sayuran, buah-buahan, daging, ikan, dan telur.

Apa Itu Virtualisasi

Secara sederhana, virtualisasi adalah upaya pemisahan antara operating system (OS) dengan hardware yang menjadi rumah (host) baginya. Virtualisasi memungkinkan beberapa OS berjalan secara bersamaan, pada satu komputer.

Setiap OS “tamu” dikelola oleh sebuah virtual machine monitor, yang juga dikenal sebagai hypervisor. Karena sistem virtualisasi berada di antara OS tamu dan hardware, ia dapat mengendalikan pemakaian CPU, memory, dan storage oleh user, bahkan dengannya, OS tamu dapat bermigrasi dari satu mesin ke mesin lain.

Virtualisasi melepaskan OS dari hardware. Dengan virtualisasi, seorang operator dapat mengendalikan pemakaian CPU, memory, storage, dan resource lain pada OS tamu, sehingga masing-masing tamu hanya mendapatkan resource yang diperlukannya.

Karena OS tamu tidak terikat pada hardware, virtualisasi dapat secara dinamis memindahkan OS dari satu mesin fisik ke mesin lain. Ketika OS tamu tertentu mulai mengonsumsi lebih banyak resource selama periode tertentu, operator dapat memindahkan tamu yang mengganggu tersebut ke server lain yang masih santai, atau belum terlalu sibuk.

Virtualisasi Penuh, SKI, dan Paravirtualisasi

Ada beragam implementasi virtualisasi. Dalam bentuk paling dasar yang dikenal sebagai “virtualisasi penuh”, hypervisor menyediakan mesin yang teremulasi penuh sebagai tempat OS berjalan. VMWare adalah contohnya.

Keunggulan terbesar dari pendekatan ini adalah fleksibilitasnya: user dapat menjalankan OS berbasis RISC (Reduced Instruction Set Computing, tipe microprocessor yang hanya mengenal sedikit instruksi guna memberikan performa yang tinggi) sebagai tamu pada host berbasis Intel. Meskipun pendekatan ini sangat jelas, ada beberapa masalah performa signifikan dalam upaya mengemulasi seluruh perangkat hardware dalam software.

Pendekatan lain virtualisasi adalah single kernel image (SKI), di mana OS host membuat tambahan copy dari dirinya. Virtualisasi seperti ini dapat ditemukan dalam Swsoft Virtuozzo, dan Sun Solaris Zones.

SKI dapat dianggap sebagai virtualisasi yang “sangat ringan”. Walaupun pendekatan ini menghindari masalah performa dengan emulasi murni, semua itu dilakukan dengan mengorbankan fleksibilitas.

Misalnya, tidak mungkin untuk menjalankan versi berbeda atau bahkan patch level berbeda dari OS tertentu, pada mesin yang sama.

Pendekatan selanjutnya adalah “paravirtualisasi”, seperti yang ditemukan dalam produk Xen open source. XenSource berupaya menggabungkan kedua pendekatan ini. Alih-alih mengemulasi hardware, paravirtualisasi menggunakan versi OS yang sedikit diubah sehingga resource hardware dapat diakses secara langsung, seperti dikelola oleh hypervisor.

Hal ini dikenal sebagai virtualisasi dengan bantuan hardware, dan meningkatkan performa secara signifikan. Untuk mempertahankan fleksibilitas, OS tamu tidak terikat pada OS host-nya. OS yang berbeda secara drastis dapat berjalan di sebuah hypervisor pada waktu yang sama, sebagaimana mereka dapat berjalan dengan virtualisasi penuh. Dengan cara ini, paravirtualisasi dapat dianggap sebagai virtualisasi penuh dengan low-overhead.

Keuntungan Virtualisasi

Karena beberapa OS dapat bekerja di dalam satu mesin, beban pekerjaan yang berbeda dapat dengan mudah dikombinasikan, dan dipindahkan. OS-OS yang menjadi tamu dalam rumah tersebut dilayani oleh virtual machine monitor, yang dapat mengontrol penggunaan CPU, memory, dan storage oleh sang tamu. Bahkan ia dapat memindahkan OS tamu dari satu mesin ke mesin lain, tanpa takut sang tamu kesulitan beradaptasi dengan rumah barunya.

Selain menghemat biaya IT, dengan virtualisasi Anda dapat: menggabungkan atau memindahkan beban pekerjaan antar-komputer dengan mudah, menggunakan hardware terbaru tanpa harus melakukan testing ulang software, mengisolasi kesalahan dan mengontrol akses data, menciptakan tempat untuk testing yang aman dan terkendali.

Hasil akhirnya, server yang menjadi tuan rumah bagi para OS tamu akan semakin diberdayakan, dan tentunya tidak under-utilized lagi.

sumber: Tabloid PCMild

Incoming search terms:

paravirtualisasi adalah

Togap Tartius

Freelance web developer. Mantan guru komputer. Suka membaca dan berpikir. Hobi mengutak-atik komputer baik software maupun hardware.

More PostsWebsite

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInGoogle Plus