Bayangkan, Anda memiliki perusahaan dengan banyak kantor cabang yang tersebar di berbagai kota. Anda pasti membutuhkan jalur komunikasi private yang terjangkau dan aman, untuk mengontrol dan mengintegrasikan semua proses bisnis di masing-masing kantor. VPN adalah solusi yang tepat untuk menjawab kebutuhan tersebut.

Virtual Private Network (VPN), dari namanya saja Anda pasti sudah dapat membayangkan benda apa ini: sebuah jaringan (network) yang tidak private (public), yang dibuat seolah-olah private. VPN sangat dibutuhkan sebagai jembatan komunikasi antar beberapa kantor cabang, menggantikan modus komunikasi tradisional menggunakan sambu ngan telepon private (leased line).

Penggunaan banyak sambungan telepon tentu akan membengkakkan fixed cost. Solusi untuk permasalahan di atas adalah penggunaan VPN yang memanfaatkan jaringan publik, Internet, sebagai media intranet, sehingga daerah jangkauannya menjadi luas tanpa investasi yang besar.

Setiap dibuka kantor baru, Anda cukup menyediakan akses ke Internet, maka tersambunglah kantor tersebut dengan kantor pusat dan kantor-kantor cabang lainnya. Anda sama sekali tidak perlu memasang jaringan sendiri yang merepotkan pengelolaan, serta membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Apa itu VPN

VPN merupakan paket solusi komunikasi data (baik berupa data suara, video, atau file digital lainnya) yang memberikan layanan berbasis IP ke end user. Layanan VPN dapat mengirimkan data antar-dua komputer yang melewati jaringan publik, misalnya Internet, sehingga seolah-olah terhubung secara point-to-point.

Data dienkapsulasi (dibungkus atau dikenal dengan istilah tunneling) dengan header yang berisi informasi routing untuk mendapatkan koneksi point-to-point, sehingga dapat melewati jaringan Internet dan dapat mencapai tujuan. Sedangkan untuk mendapatkan koneksi yang bersifat private, data yang dikirimkan harus dienkripsi terlebih dahulu untuk menjaga kerahasiaanya, sehingga paket yang tertangkap ketika melewati jaringan publik tidak terbaca, karena harus melewati proses deskripsi.

Dengan demikian, komunikasi antara beberapa kantor cabang yang semula dilakukan secara interlokal melalui sambungan telepon, kini bisa dilakukan sebagai hubungan lokal. Penggunaan VPN tidak hanya menekan biaya komunikasi yang harus dikeluarkan perusahaan, tetapi juga menjamin keamanan data yang ditransmisikan melalui jaringan publik dari penyadapan, penyalinan, atau pengubahan yang dilakukan pihak ketiga.

Beberapa Standar VPN

Sebagaimana teknologi jaringan lainnya, VPN juga memiliki standar yang dikembangkan, baik oleh komunitas Internet maupun perusahaan, agar dapat digunakan bersama (tidak hanya dikuasai oleh satu vendor). Beberapa standar VPN yang paling banyak digunakan, antara lain:

  • Point to Point Tunneling Protocol (PPTP)
    Mekanisme tunneling point-to-point yang dikembangkan oleh Microsoft serta vendor lainnya, biasanya digunakan untuk akses dial-in dan remote user.
  • Layer Two Forwading Protocol (L2FP) dan Layer Tunneling Protocol (L2TP)
    Protokol standar IETF (Internet Engineering Task Force) yang digunakan untuk mendukung koneksi dial-in. L2TP memberikan kelebihan keleluasaan bagi mobile user untuk mengakses Enterprises LAN.
  • IP security (IPsec)
    Standar yang dibuat untuk memberikan tambahan security dalam TCP/IP, yang terdiri dari address data privacy, integrity authentication, dan key management untuk melengkapi tunneling.

Keuntungan Menggunakan VPN

Berikut manfaat yang dapat diperoleh dengan menggunakan VPN:

  • Tersedianya akses global ke jaringan perusahaan melalui Internet.
  • Kemudahan mengakses resources yang berada di dalam jaringan perusahaan, yang tidak dapat diakses dari luar perusahaan secara langsung.
  • Tersedianya komunikasi suara atau VoIP (Voice over Internet Protocol) antar cabang.
  • Pengelolaan IP dan router jaringan internal perusahaan dapat dilakukan dari mana saja, selama terhubung dengan Internet.
  • Keamanan transfer data terjamin dengan adanya enkripsi.
  • Keamanan jaringan intranet terjamin, sebab hanya user yang telah melewati proses otentikasi dan otorisasi saja yang dapat menggunakan layanan VPN.
  • Penghematan bandwidth dengan mengompresi data yang ditransmisikan melalui Internet.

Selain perusahaan, VPN juga digunakan oleh institusi pendidikan, dan pemerintahan. Dalam bidang pendidikan, misalnya, saat ini telah banyak kampus yang menerapkan VPN, khususnya kampus-kampus yang mempunyai kampus yang tersebar dan letaknya berjauhan.

Sementara dalam bidang pemerintahan, manfaat VPN akan begitu terasa saat pemerintah pusat mengumpulkan data dari seluruh daerah, dalam Pemilu misalnya. Bisa di bayangkan, betapa semrawutnya kantor pusat pemerintah, jika harus menggunakan sambungan telepon atau leased line.

Sumber: Tabloid PCMild

Togap Tartius

Freelance web developer. Mantan guru komputer. Suka membaca dan berpikir. Hobi mengutak-atik komputer baik software maupun hardware.

More PostsWebsite

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInGoogle Plus