Pada 1956, perusahaan telekomunikasi AT&T membangun sebuah sistem yang bernama AT&T Picture phone. Sepuluh tahun kemudian, pada ajang New York World’s Fair 1964, teknologi ini diperkenalkan kepada publik untuk kali pertamanya. Booming-nya Internet pada awal abad ke-20, telah membuka cakrawala telekomunikasi baru. Teknologi komunikasi lawas yang mengandalkan jaringan fisik antara dua titik, mulai bertransformasi memanfaatkan TCP/IP untuk keluar dari tuntutan infrastruktur telekomunikasi, dan spesifikasi hardware yang tinggi. Videoconference termasuk di dalamnya.

Konsep Dasar Videoconference

Sejak memasuki era industrialisasi, perusahaan-perusahaan tumbuh semakin besar. Puluhan atau bahkan mungkin ratusan kantor cabang dibuka di seluruh dunia, yang melibatkan ratusan ribu karyawan.

Dari sana, muncullah kebutuhan untuk berkomunikasi tatap muka (face to face) antar pemimpin kantor cabang, untuk menyatukan langkah dan strategi perusahaan. Mengumpulkan mereka semua dalam satu ruang pertemuan dan pelatihan, tentu merupakan pekerjaan besar yang banyak memakan waktu, biaya, dan tenaga.

Perkembangan teknologi Internet dan videoconference merupakan jawabannya. Melalui videoconference, perusahaan-perusahaan dapat menggelar pertemuan, pelatihan, demonstrasi, dan workshop melalui telepon atau jaringan Internet, sebagai ganti mendatangkan orang per orang secara langsung.

Percakapan telepon third party merupakan salah satu bentuk teleconference yang paling sederhana. Penyedia fasilitas ini tentu saja adalah perusahaan telekomunikasi. Setelah VoIP ditemukan, banyak perusahaan meliriknya sebagai solusi baru percakapan third party yang lebih efisien, dan tidak melibatkan lagi perusahaan telekomunikasi.

Perkembangan selanjutnya bisa ditebak, VoIP dikawinkan dengan teknologi pengiriman gambar melalui TCP/IP secara real time, yang akan melahirkan solusi baru yang bernama videoconference. Konsep dasarnya sekarang adalah bagaimana menyatukan orang-orang yang tersebar di seluruh dunia dalam sebuah pertemuan tatap muka, dengan memanfaatkan teknologi Internet.

Perkembangan Videoconference

Sebelum beranjak ke solusi videoconference yang lengkap, kita terlebih dahulu diperkenalkan dengan komunikasi online berbasis teks, atau yang dikenal dengan istilah chatting. mIRC adalah salah satu aplikasi komunikasi online berbasis teks, yang populer pada akhir 1990-an.

Modus komunikasi seperti ini tentunya kurang begitu memuaskan, oleh karena itu para penyedia layanan chatting mulai menambahkan fasililtas video online menggunakan webcam. Contoh yang paling sederhana dari modus komunikasi seperti ini adalah Yahoo! Messenger.

Di atas adalah gambaran solusi teleconference (bukan videoconference) yang ditawarkan oleh Yahoo!. Ada juga solusi teleconference yang tidak melibatkan pihak ketiga, seperti Yahoo!, Skype, dan lain-lain.

Perusahaan-perusahaan besar biasanya membangun sebuah server sendiri, yang menjadi host bagi peserta videoconference internal mereka. Di masing-masing kantor cabang, dibangun sistem endpoint, yang terdiri dari seperangkat PC yang dilengkapi dengan webcam, microphone, speaker, dan software videoconference.

Endpoint-endpoint tetap menggunakan jaringan publik berbasis TCP/IP untuk terhubung dengan server di kantor pusat, yang mengatur lalu lintas gambar dan suara antar endpoint. Untuk melindungi komunikasi mereka di jaringan publik ini, digunakan teknologi VPN (Virtual Private Network) yang mengirimkan data dari endpoint ke server, dan sebaliknya melalui jaringan Internet.

Saat ini banyak perusahaan TI terkemuka yang menyediakan bundel solusi videoconference, mulai dari desain virtual conference room, hingga penyediaan hardware dan software yang dibutuhkan. Pengguna videoconference pun tidak hanya didominasi oleh perusahaan. Lembaga-lembaga pemerintahan, pendidikan, dan peradilan pun mulai menggunakan videoconference, untuk menekan biaya pertemuan tatap muka, sekaligus memperluas khalayak pemirsa.

Videoconference di Masa Depan

Videoconference di masa depan, dipastikan tidak berbeda dengan apa yang pernah kita saksikan dalam film science fiction. Penelitian untuk menemukan teknologi kompresi baru untuk gambar dan suara yang lebih kecil namun tetap mempertahankan detailnya, tetap terus dilakukan.

Belum lagi pembangunan infrastruktur TI dan telekomunikasi yang semakin baik, membuat videoconference semakin dekat dengan kita. Teknologi 3G dan WiMAX yang baru dan akan diperkenalkan di tanah air, mungkin akan mengubah paradigma videoconference yang ada sekarang. Belum lagi penemuan gadget-gadget baru yang mendukung 3G dan WiMAX, semakin gencar menghujani pasar.

Bukan tidak mungkin, suatu saat nanti videoconference tidak lagi harus digelar di masing-masing kantor cabang dengan seperangkat endpoint dan server yang besar. Namun cukup dengan membuka jam tangan Anda, sambil duduk-duduk di taman, videoconference siap digelar.

sumber: Tabloid PCMild

Togap Tartius

Freelance web developer. Mantan guru komputer. Suka membaca dan berpikir. Hobi mengutak-atik komputer baik software maupun hardware.

More PostsWebsite

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInGoogle Plus