Di sebuah bandara kecil Airmed di Inggris, alarm berbunyi. Tim terbang Airmed yang standby menyiapkan diri untuk tugas berikutnya. Setiap orang tahu apa yang harus dilakukan; setiap menit berharga. Pilot memeriksa berita cuaca sekali lagi sebelum menerbangkan pesawatnya. Layanan terbang Airmed di Inggris memang khusus melayani ambulans dan kasus darurat lainnya. Pesawat-pesawatnya membawa pulang korban kecelakaan atau siapa saja yang memerlukan perawatan medis secepat mungkin. Namun, kadang-kadang, ada ‘pasien’ lain yang menumpang pesawat ini: Hard disk yang rusak!

Apabila tim terbang sedang tidak mendapat panggilan untuk membawa manusia, kapasitasnya digunakan untuk keadaan darurat data komputer. Perusahaan Inggris Vogon pernah menerbangkan spesialis mereka dengan helikopter untuk menyelamatkan media data yang rusak. Mereka layaknya seorang dokter gawat darurat untuk hard disk.

Vogon adalah satu dari beberapa perusahaan yang spesialisasinya menyelamatkan data yang hilang. Perusahaan yang putus asa rela melakukan apa pun. Jika file pembukuan, database perusahaan, file pelanggan atau sejenisnya hilang, kerugian finansial yang sangat besar tentunya akan mengancam. Bahkan, eksistensi perusahaan kadang dipertaruhkan. Cakupan layanan Vogon adalah internasional, pengguna jasa mereka tidak hanya di Inggris. Satu kasus yang terkenal misalnya dari sebuah instansi pemerintah negara bagian Jerman Utara. Instansi yang tidak ingin disebutkan namanya ini kehilangan semua data yang disimpan dalam sebuah hard disk-array 200 GB. Para dokter hard disk dari Inggris ini berhasil menyelamatkan data yang berharga tersebut.Pelanggan biasanya menuntut kerahasiaan, seperti biasanya pada dokter.

Kemungkinan berhasilnya data yang diselamatkan umumnya cukup tinggi. Menurut Direktur Vogon Jerman di Muenchen, Franz Kubasch, tingkat keberhasilan Vogon dalam menyelamatkan data sekitar 80%. Prestasi yang termasuk baik. Data dari pita magnetik dapat diselamatkan hingga 90%. Penyelamat data akan puas bila hard disk dapat berjalan kembali, meskipun hanya sekali. Hal tersebut dirasakan cukup memadai untuk membuat image dari data yang ada. Tergantung jenis kerusakannya, sesudah itu baru dilakukan proses penyelamatan data lebih lanjut.

Menurut pengalaman, penyebab utama hilangnya data adalah pengguna. Setengah dari jumlah kasus adalah salah hapus, salah timpa atau salah partisi. Akan tetapi ada juga administrator jaringan yang mengcopykan backup yang salah. Sekitar 20% kasus diagnosanya adalah kesalahan hardware, 20% lainnya kesalahan software. Sisanya kurang lebih bisa digolongkan sebagai ‘bencana’: Kerusakan akibat kebakaran atau terkena air, juga PC atau notebook yang rusak akibat kecelakaan. Untuk kasus yang disebabkan oleh kebakaran, biasanya semuanya sudah terlambat. Secara teoritis, data masih bisa diselamatkan dari hard disk yang terbakar, jika titik lebur keping aluminium yang dilapisi oxyd masih baik. Akan tetapi, bagian ini sering termagnetisasi sehingga data yang tersimpan sudah hilang. Yang paling parah adalah ketika pengguna yang putus asa berusaha menjadi ‘dokter’ sendiri. Memang kadang berhasil dengan berbagai software yang tersedia di pasaran. Jika tidak, para profesional ini mendapat ‘pekerjaan ekstra’. ‘Sungguh tidak mengenakkan membawa berita buruk bahwa upaya penyelamatan data telah gagal’, kata Kubasch. Untuk menghindari bencana semacam ini, sejak awal ia menyarankan untuk melakukan strategi backup yang konsekuen. ‘Perusahaan-perusahaan kecil banyak yang tidak memperhatikan pengamanan data seperti yang seharusnya dilakukan’, keluhnya.

Namun, taktik backup terbaik pun tidak mampu menghindari bencana data sepenuhnya. Probabilitas pengguna untuk salah melakukan backup juga ada, tidak menutup kemungkinan di perusahaan besar sekalipun. Dalam keadaan darurat, ‘operasi’ pada media data yang rusak berlangsung dengan prosedur tertentu. Para programmer, ahli matematika, dan ahli elektronik bekerjasama mengembalikan data. Pertama, hard disk harus bisa berfungsi lagi. Kerusakan yang disebabkan oleh sirkuit elektronik atau motor, memiliki prospek yang lebih baik dibandingkan jika bagian head-nya yang rusak. Bagian head yang jatuh akan meninggalkan bekas di piringan hard disk. Langkah berikutnya adalah mencoba untuk mengakses data. Dokter akan membuat image 1:1 dari data, dan mentransfernya sektor demi sektor, bit demi bit.

Virus yang aktif ketika copy dibuat, dapat disingkirkan dengan cara ini. Berdasarkan image tersebut, programmer dapat menilai, apakah data bisa diregenerasi atau tidak. Untuk mengatasi kasus hard disk yang rusak secara hardware, Vogon memiliki lebih banyak peralatan disbanding semua produsen hard disk sekalipun. Tujuannya adalah untuk menggerakkan hard disk dengan segala teknik elektronik dan trik hardware, tanpa merusak data lainnya. Apabila perlu, sirkuit elektronik atau head pada hard disk harus diganti. ‘Proses ini seperti layaknya memijat jantung yang terbuka’, tutur Kubasch. Sebuah pekerjaan yang jelas membutuhkan kecermatan. Disamping know-how, koleksi lengkap segala jenis hard disk dan media data lainnya juga penting sebagai modal dasar sebuah perusahaan penyelamat data. Dengan mengganti komponen yang rusak, data dari keping yang rusak karena kesalahan hardware masih bisa dibaca.

Pergantian teknologi yang semakin cepat dan perbedaan detail teknis dalam suatu seri, membuat semakin sulit memiliki koleksi yang lengkap. Jika membutuhkan suatu jenis hard disk yang belum dimiliki, mereka harus membelinya, di mana pun diseluruh dunia! Langkah analisa struktur dijalankan jika sisa data sudah diamankan. Untuk merekonstruksinya, para pakar menyusun bagian-bagian data tersebut hingga menjadi data yang bisa dibaca. Sebaik apa keberhasilannya, akan sangat tergantung pada fragmen-fragmen yang tersedia. ‘Tentunya langkah ini ada batasnya’, kata Kubasch.

Keahlian teknis para penyelamat yang ahli ada harganya. Pendapatan seorang penyelamatan data tingkat pertama adalah sekitar US$650. Angka ini hampir tidak ada batasnya untuk tingkatan yang lebih tinggi. Dalam keadaan darurat, upaya yang dilakukan tentunya akan menentukan biaya. Tergantung sistem, upaya teknis dan waktu yang dibutuhkan. Vogon pernah meminta bayaran tidak kurang dari US$45.000 untuk jasa mereka! Jangan keburu panik, bagi mahasiswa yang kehilangan data skripsinya, beberapa perusahaan seperti Convar menyediakan tarif khusus yang lebih murah. Tidak terlalu sulit untuk mengembalikan data yang dihapus dengan sengaja (untuk menutupi kejahatan tertentu). Berdasarkan pengalaman, utility penghapus data sering tidak sebanding dengan harganya. Menurut Kubasch, data semacam ini umumnya lebih cepat direkonstruksi.

Tidak semudah itu menghapus jejak dari hard disk tanpa sisa. Fakta ini tentunya menguntungkan bagi profesi-profesi tertentu. Jaksa penuntut dan badan pengumpul pajak sering menggunakan jasa penyelamat data. Seandainya harddisk tidak bisa diselamatkan, secuil fragmen pun cukup untuk menyeret pelaku ke meja hijau. Vogon pernah memberi kontribusi dalam sebuah kasus menarik. Beberapa waktu lalu, seorang dokter Inggris dituntut ke pengadilan karena dituduh menyebabkan kematian banyak pasiennya.Vogon dapat membuktikan bahwa sang dokter telah memanipulasi data pasien-pasien tersebut. Dalam kasus pornografi anak-anak, pengadilan juga sering membutuhkan dukungan para pakar data. Mereka dapat menemukan sebuah file dengan karakteristik tertentu pada hard disk, walaupun file tersebut telah dihapus. Namun, pada kasus-kasus tertentu, para spesialis pun tidak bisa menolong. Misalnya dalam kasus Max Strauss: 5 tahun lalu, hard disk-nya disita sehubungan dengan perkara suap seputar perdagangan senjata. Sejak saat itu, hilang berikut hard disk-nya! Penyelamat data tentunya tidak bisa berbuat apa-apa.

Togap Tartius

Freelance web developer. Mantan guru komputer. Suka membaca dan berpikir. Hobi mengutak-atik komputer baik software maupun hardware.

More PostsWebsite

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInGoogle Plus