Pemadaman bergilir telah menjadi menu rutin yang tak dapat dielakkan. Bagi pengguna PC, pemadaman listrik bukan hanya menghentikan aktivitas, melainkan juga menghilangkan pekerjaan yang belum disimpan. Belum lagi kemungkinan kerusakan hardware akibat PC mati secara tiba-tiba. UPS hadir untuk mengantisipasi kemungkinan buruk ini.

UPS (uninterruptible power supply), yang dikenal juga dengan nama CPS (continuous power supply) atau baterai cadangan adalah sebuah alat yang menjaga kelangsungan asupan daya kepada alat-alat yang terhubung dengannya, ketika aliran listrik normal (PLN) mengalami gangguan. UPS berbeda dengan power supply pelengkap atau generator yang tidak menyediakan proteksi instan dari putusnya aliran listrik secara tiba-tiba.

Terdapat tiga tipe UPS, yakni offline, line-interactive (yang masih tergolong UPS offline), dan double conversion (disebut juga online). UPS offline tetap dalam kondisi idle selama tidak ada gangguan aliran listrik normal. UPS ini baru akan mengambil alih asupan listrik ke perangkat elektronik, bila aliran listrik normal terputus atau terjadi penurunan atau kenaikan tegangan listrik di atas toleransi.

Rata-rata UPS offline mengambil alih (switch) asupan listrik normal yang terputus atau mengalami gangguan dalam waktu 4 millisecond (0,004 atau 1/250 detik) sehingga perangkat elektronik yang terhubung dengannya belum sempat mengalami kegagalan daya (power failure), dan mati. Cara kerja UPS offline ini mirip dengan baterai pada notebook.

Sedangkan UPS online secara terus- menerus mengantarkan daya dari beterai yang dimilikinya kepada perangkat elektronik yang terhubung dengannya, meski aliran listrik normal tidak terputus atau mengalami gangguan. Sementara itu, baterai yang ada di dalam UPS ter sebut juga terus-menerus diisi (charge) oleh aliran listrik normal. Bila aliran listrik normal terputus atau mengalami gangguan, perangkat elektronik yang terhubung dengan UPS online tidak akan terganggu karena tidak terhubung langsung dengan sumber aliran listrik normal, melainkan mendapatkan asupan daya dari baterai UPS.

Gangguan Listrik

Mati lampu yang sering kita semua alami hanyalah satu dari sembilan jenis gangguan listrik yang dapat membahayakan perangkat elektronik. Kesembilan gangguan listrik tersebut adalah:

  1. Power failure atau putusnya aliran listrik secara total atau mati lampu. Power failure bisa diakibatkan dari pemadaman aliran listrik yang dilakukan oleh PLN atau terputusnya hubungan PLN dengan MCB (miniature circuit breaker) yang terpasang di rumah-rumah pelanggan. Pemutusan hubungan listrik yang dilakukan oleh MCB atau dikenal dengan istilah sekering turun/putus, dapat disebabkan karena pemakaian daya yang berlebihan atau terjadi hubungan arus pendek (biasa disebut konslet).
  2. Voltage sag atau anjloknya tegangan di bawah rata-rata dalam waktu yang sangat singkat. Gejala yang dirasakan akibat gangguan ini adalah meredupnya lampu pijar, berkedipnya lampu TL (tubelamp/neon) atau bergetarnya gambar di monitor komputer.
  3. Voltage spike atau lonjakan tegangan listrik dalam waktu yang sangat singkat. Gangguan ini dapat menyebabkan kerusakan sementara (pada saat digunakan) atau permanen pada perangkat elektronik.
  4. Under-voltage (brownout) atau turunnya tegangan listrik dalam waktu lama. Biasanya dapat dirasakan dari lampu yang meredup dari biasa, kecepatan kipas atau blower indoor AC yang melambat sendiri, sampai lampu TL yang tidak dapat dinyalakan. Gangguan ini bisa menyebabkan perangkat dengan motor mengalami pemanasan yang berlebihan (overheating).
  5. Over-voltage atau naiknya tegangan istrik dalam waktu yang lama. Gangguan ini dapat mengakibatkan putusnya kawat (filament) pada bola lampu, dan kerusakan permanen pada perangkat elektronik.
  6. Line noise atau distorsi pada gelombang listrik yang bertindihan. Gangguan ini bisa menyebabkan interferensi elektromagnetik pada perangkat elektronik, misalnya getaran pada layar monitor komputer, desisan pada speaker, dan lain-lain.
  7. Frequency variation atau penyimpangan frekuensi listrik dari standar (50 atau 60 Hz). Gangguan ini dapat menyebabkan motor berputar lebih cepat atau lebih lambat dari yang seharusnya.
  8. Switching transient atau turunnya tegangan dalam waktu yang relatif singkat, antara beberapa millisecond hingga beberapa detik. Gangguan ini dapat mengakibatkan memory loss, data error, data loss atau bahkan komputer menjadi hang.
  9. Harmonic distortion atau bertumpuknya beberapa frekuensi listrik pada gelombang listrik. Gangguan ini dapat menyebabkan panas yang berlebihan pada kabel, dan sekring.

Perangkat UPS dikategorikan berdasarkan gangguan jenis apa yang bisa ditanggulanginya. Beberapa produsen menuliskan pada level berapa UPS mereka mampu mengatasi gangguan-gangguan listrik di atas. Bila tertulis level 3, berarti hanya tiga gangguan teratas (nomor 1, 2, dan 3) yang bisa diatasi dengan baik. Dengan kata lain, produk yang paling sempurna adalah UPS pada level 9, yang berarti mampu mengatasi kesembilan jenis gangguan listrik di atas.

Sumber: Tabloid PCMild

Togap Tartius

Freelance web developer. Mantan guru komputer. Suka membaca dan berpikir. Hobi mengutak-atik komputer baik software maupun hardware.

More PostsWebsite

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInGoogle Plus