Perusahaan-perusahaan besar yang menerapkan TI sebagai tulang punggung mereka, memiliki informasi dalam jumlah yang sangat besar. Jumlah informasi tersebut terus bertambah dari waktu ke waktu. Misalnya saja informasi yang dimiliki sebuah bank dengan jutaan nasabah. Setiap informasi lalu lintas ke uangan, pertumbuhan nasabah, dan lain-lain terus dicatat, dan disimpan dalam sebuah sistem TI perbankan.

Bank tersebut tentu harus memiliki kapasitas penyimpanan yang besar, cepat, dan harus pula dapat dikembangkan, sesuai dengan pertumbuhan informasi yang dimilikinya. Bagaimana sistem penyimpan (storage) yang sesuai dengan kebutuhan penyimpanan yang besar, dan terus tumbuh tersebut? SAN (Storage Area Network) adalah jawabannya.

Apa Itu SAN?

SAN adalah sebuah jaringan berkecepatan sangat tinggi yang khusus, terdiri dari server dan penyimpan. Terpisah dan berbeda dengan LAN/WAN perusahaan, tujuan utama SAN adalah untuk menangani trafik data dalam jumlah besar antara server dan peralatan penyimpan, tanpa mengurangi bandwidth yang ada di LAN/WAN.

SAN tersambung melalui Fiber Channel, serabut optik berkecepatan tinggi atau kabel tembaga untuk menginterkoneksikan perangkat server dan penyimpanan, yang mengakibatkan kecepatan transfer data sampai 200 Mbps dalam konfigurasi loop ganda, atau 100 Mbps dalam mode redundant. Teknologi ini menjadikan SAN sebuah jaringan dedicated, platform-independent yang beroperasi di belakang server.

Panjang bus serabut optik dapat mencapai 10 km (atau 6,25 mil), tanpa menggunakan teknologi struktur penyambung atau switch. Lebih jauh lagi, SAN dapat menyokong dan memetakan SCSI, HIPPI, IP, ATM, dan jaringan serta saluran protokol lainnya.

SAN menjadi jawaban atas keterbatasan cara tradisional dalam menyambungkan server dengan media penyimpanannya yang tidak lagi bisa memenuhi kebutuhan saat ini untuk akses secara cepat data dalam jumlah yang besar. Teknologi SCSI yang menggunakan kabel paralel sangat membatasi kecepatan, jarak tempuh data, maupun jumlah media penyimpan yang bisa ditempelkan.

Konsep tradisional hubungan server dan penyimpanan mengacu pada logika bahwa pemilik media penyimpan tersebut adalah server, hal ini menyebabkan terjadi pembatasan dalam akses data. Pada saat lingkungan komputasi bergerak dari model yang server-centric ke data-centric, akses ke sumber daya data menjadi sangat kritis. SAN adalah memungkinkan sumber daya penyimpanan untuk di-share, memberikan layanan akses data secara terus menerus, cepat, dan mudah.

Perbedaan antara SAN dengan LAN

SAN sebetulnya sangat mirip dengan LAN, yakni menggunakan protokol standar untuk menyambungkan sistem dengan hardware dan software. Perbedaan utama antara SAN dengan LAN adalah:

LAN menggunakan protokol jaringan yang mengirimkan potongan kecil data dan meningkatkan overhead komunikasi, dan mengurangi bandwidth. SAN menggunakan protokol penyimpanan (SCSI), sehingga memungkinkan untuk mengirimkan potongan besar data sambil mengurangi overhead, dan meningkatkan bandwidth.

Sistem berbasis LAN menghubungkan server dengan client, setiap server memiliki dan mengontrol akses ke media penyimpanannya, yang pada akhirnya membatasi aksesibilitas data. Setiap penambahan media penyimpanan akan ditambahkan ke server, tidak di-share melalui LAN. Sebuah SAN memungkinkan sumber daya penyimpanan data untuk dikaitkan langsung ke jaringan, tanpa perlu terhubung ke server yang spesifik. Hal ini memungkinkan semua server untuk mengakses sumber daya media penyimpanan yang ada di SAN.

Keunggulan SAN

Sebagai solusi penyimpanan mutakhir, SAN memiliki keunggulan di atas solusi penyimpan terdahulu, antara lain:

Availability: satu copy data dapat diakses oleh semua host melalui jalur yang bebeda, dan manajemen data menjadi lebih efisien.

Reliability: infrastruktur transportasi data yang menjamin tingkat kesalahan yang sangat minimal, dan kemampuan dalam mengatasi kegagalan.

Scalability: server maupun media penyimpanan dapat ditambahkan secara independent satu dan lainnya, tanpa batasan harus menggunakan sistem proprietary.

Performance: Fibre Channel memiliki bandwidth sampai 200 Mbps dengan overhead yang rendah, SAN memisahkan trafik backup dengan trafik standar LAN/WAN.

Manageability: berkembangnya perangkat lunak dan standar memungkinkan manajemen dilakukan secara terpusat, koreksi dan deteksi kesalahan yang proaktif.

Return On Information Management: SAN memungkinan biaya kepemilikan yang rendah, dan menaikkan Return On Information Management dibandingkan metode penyimpanan tradisional.

Sumber: Tabloid PCMild

Togap Tartius

Freelance web developer. Mantan guru komputer. Suka membaca dan berpikir. Hobi mengutak-atik komputer baik software maupun hardware.

More PostsWebsite

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInGoogle Plus