Tidak asing lagi bagi kita sebuah benda bernama printer di zaman sekarang, pelengkap sebuah PC Desktop/laptop. Seperti motor yang memerlukan BBM, printer memerlukan “bahan bakar” tinta untuk direfill/diganti bila habis. Pada printer-printer sekarang ini, penggantian tinta tersebut biasanya dilakukan dengan penggantian cartdrige (tinta beserta tempatnya), yang memerlukan biaya cukup mahal. Alternatif lain dalam masalah ini adalah dengan sistem infus, yaitu menghubungkan cartdrige printer dengan botol infus, tinta dari botol infus mengalir secara otomatis ke cartdrige sehingga kita tidak perlu membeli cartdrige baru.

Mengapa Diciptakan Sistem Infus?

Selain yang pasti system infuse jauh lebih murah daripada penggantian cartdrige original, sistem infus juga dapat menghindari susahnya mengisi ulang cartdrige. Di samping keunggulan-keunggulan tersebut, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memakai sistem infus agar diperoleh hasil yang maksimal, antara lain :

  1. Sistem infus tidak cocok bagi yang memakai printer mereka dalam jumlah sedikit, karena tinta yang tidak habis dalam waktu cepat (6 bulan) di dalam tangki, bisa menimbulkan masalah (tinta bisa mengental), selain itu warna cetak dapat memudar apabila botol-botol yang dipakai 100% transparan pada waktu terkena sinar UV (matahari) secara langsung.
  2. Sistem infus tidak cocok bagi mereka yang sering memindah-mindahkan printer, karena dapat menyebabkan tinta tumpah dari botol atau banjir ke dalam printer.
  3. Sistem infus praktis dipakai untuk printer Epson dan Canon yang printheadnya lebih permanen dibandingkan printer lain seperti HP atau Lexmark.
  4. Sistem infus yang tidak dilengkapi dengan chip generasi baru (pada printer Epson) berpotensi menyebabkan waste-ink yang tidak seharusnya (full) sehingga tinta jadi boros dan printer bisa error.
  5. Sistem infus tidak akan maksimal kalau tinta yang digunakan rendah dalam hal kualitas, karena sekali Anda memakai satu jenis tinta yang kompatibel, kemudian Anda mengganti tinta tersebut dengan tinta kompatibel lain, maka kedua jenis tinta itu dapat tercampur. Biasanya tinta kompatibel akan kompatibel dengan tinta original, tapi belum tentu cocok antar sesama tinta kompatibel. Karena itu bila Anda memilih satu jenis tinta, janganlah berganti-ganti lagi. Jadi jangan salah pilih tinta dari semula.

Sumber: Tabloid KOMPUTEK

Togap Tartius

Freelance web developer. Mantan guru komputer. Suka membaca dan berpikir. Hobi mengutak-atik komputer baik software maupun hardware.

More PostsWebsite

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInGoogle Plus