Dua puluh tahun lalu, saat kita belanja di toko, si penjual sibuk dengan kertas oretan dan kalkulator gede untuk menghitung jumlah belanjaan. Si penjual dan pembeli harus sama-sama mengetahui harga barang yang dibeli.

Lima tahun berselang, era komputerisasi memasuki toko-toko kecil. Cukup dengan memasukkan kode barang ke dalam mesin kasir, harga akan tercatat dan tampil di layar. Antrian pun semakin cepat berlalu. Lima tahun kemudian, bar code sudah menjadi standar untuk setiap barang yang diproduksi dan dijual di toko-toko. Kasir tinggal melewatkan barang pada bar code reader, nama dan harga barang pun tercatat dan tampil di layar.

Dalam beberapa tahun ke depan, kasir dan mesinnya, bar code reader, dan antrian mungkin akan menjadi kenangan. Itu semua sangat mungkin terjadi jika teknologi tag RFID sudah mulai memasuki relung-relung pertokoan.

Apa Itu RFID

RFID, sebutan ringkas untuk radio frequency identification, adalah tag bar code cerdas yang dapat berkomunikasi dengan sistem jaringan dan memantau semua barang yang Anda masukkan ke dalam keranjang belanja. Begitu Anda melenggang meninggalkan toko, total barang yang ada dalam keranjang belanja Anda dicatat oleh sistem komputer toko, kemudian dikirimkan ke bank untuk mendebit atau mencatat kredit belanja Anda.

Lalu, bagaimana sistem komputer toko tahu Anda nasabah bank mana? Mudah sekali. Setiap kali Anda hendak masuk dan meninggalkan toko, Anda akan diminta menggesekkan kartu bank saat melewati pintu toko. Atau, sistem jaringan di toko tersebut menyusup ke balik dompet Anda untuk membaca kartu kredit yang terselip di sana dan mencatatnya. Saat ini terdapat dua tipe tag RFID, yakni induktif dan kapasitif.

Tag RFID Induktif

Di beberapa negara maju, tag RFID induktif telah lama digunakan oleh para koboi modern untuk menghitung jumlah sapi gembalaan mereka, atau para polisi lalu lintas untuk mengetahui jumlah dan mobil apa saja yang lalu lalang di jalan raya, atau para petugas bandara untuk memantau bagasi yang dibawa oleh para penumpang pesawat terbang.

Tag RFID induktif terdiri dari tiga bagian:

  • Silicon microprocessor – Ukuran chip ini sangat bervariasi, bergantung pada kegunaannya.
  • Metal koil – Terbuat dari kabel tembaga atau aluminium yang akan berhubungan dengan transponder, koil ini berfungsi sebagai antena bagi tag yang akan mengirimkan sinyal kepada reader. Jarak baca ditentukan oleh ukuran antena koil yang dapat beroperasi pada gelombang 13.56 MHz.
  • Encapsulating material – gelas atau materi polimer yang membungkus chip dan koil.

Tag RFID induktif menggunakan tenaga dari medan magnet yang diciptakan oleh reader. Koil menggunakan tenaga magnet dan berkomunikasi dengan reader. Tag tersebut memodifikasi dan mengontrol medan magnet untuk menerima dan mengirim pesan kepada reader. Data yang dikirimkan kembali kepada reader, diteruskan kepada komputer pusat. Sayangnya, RFID tipe ini masih sangat mahal.

Tag RFID Kapasitif

Tag RFID kapasitif diciptakan sebagai solusi sistem radio-tag berbiaya rendah. Tag ini tidak lagi menggunakan metal koil yang membengkakkan harga per unit tag RFID induktif. Selain itu, tag RFID kapasitif hanya menggunakan silikon yang jauh lebih kecil untuk menghemat biaya pembuatannya.

Sama seperti tag RFID indukstif, tag RFID kapasitif juga terdiri dari tiga bagian:

  • Silicon microprocessor – Tag RFID BiStatix dari Motorola menggunakan sebuah chip silikon berukuran 3 mm². Tag ini dapat menyimpan 96 bit data (2 pangkat 96), yang berarti mampu membuat triliunan nomor unik untuk menandai sebuah produk.
  • Conductive carbon ink – Tinta khusus yang berfungsi sebagai penghantar sekaligus antena.
  • Paper – Silicon chip ditempelkan pada elektrode tinta karbon di balik label kertas. Penggunaan kertas ini mampu menekan biaya, dan menciptakan tag yang sekali pakai dan diintegrasikan dengan label produk konvensional (stiker).

Penggunaan tinta konduktif sebagai ganti koil metal mampu menekan harga tag RFID kapasitif hingga US$0,50. Tag ini juga lebih fleksibel dibandingkan dengan tag RFID induktif. Tag RFID kapasitif, dapat dilengkungkan, disobek, atau diremas, tetapi tetap dapat mengirimkan data kepada reader. Jika tag RFID induktif menggunakan tenaga medan magnet, tag RFID kapasitif menggunakan medan listrik yang dihasilkan oleh reader.

Satu-satunya kelemahan tag RFID kapastif adalah terbatasnya cakupan sinyal. Cakupan tag BiStatix dari Motorola hanya sekitar 1 cm. Perusahaan elektronik lain, Intermec, telah berhasil membuat tag RFID dengan cakupan sinyal yang lebih luas, tetapi sayangnya masih terbentur kendala harga.

Sampai saat ini para peneliti dari berbagai perusahaan elektronik masih bekerja keras untuk menciptakan tag RFID yang memenuhi kriteria untuk dipasangkan pada bungkus produk konsumer.

sumber: Tabloid PCMild

Togap Tartius

Freelance web developer. Mantan guru komputer. Suka membaca dan berpikir. Hobi mengutak-atik komputer baik software maupun hardware.

More PostsWebsite

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInGoogle Plus