Hampir semua netter pernah dibuat kesal olehnya. Jendela kecil yang muncul tiba-tiba, ketika sedang asyik-asyiknya berselancar di Internet. Sebagian besar merupakan iklan, namun sebagian lagi berisi malicious code seperti spyware dan virus komputer. Jendela tersebut tak lain adalah jendela pop-up. Untuk meminimalisasi gangguan tersebut, semua web browser mutakhir dilengkapi dengan fitur pop-up blocker.

Perusahaan-perusahaan marketing mengklaim bahwa iklan menggunakan jendela pop-up jauh lebih efektif (memperoleh jumlah klik yang lebih banyak), ketimbang memasang banner statis di halaman web. Padahal bisa jadi klik tersebut disebabkan kesalahan pengunjung ketika akan mematikan jendela pop-up, atau hendak mengklik link dalam halaman web yang ia buka sebelumnya, bukan karena benar-benar tertarik dengan isi iklan mereka.

Sebagian besar jendela pop-up menggunakan JavaScript untuk membuka jendela baru. Jendela baru tersebut tampil di atas, dan menutupi halaman web yang sedang Anda buka. Karena iklan-iklan tersebut dirasa sangat mengganggu, para pengguna Internet secara konsisten memilihnya sebagai hal yang paling menyebalkan di dunia maya dalam banyak survei.

Blok Jendela Pop-up

Untuk meminimalisasi gangguan tersebut, para programmer telah menciptakan software dengan nama pop-up blocker. Aplikasi pop-up blocker pertama muncul di Internet pada pertengahan 1990-an. PopUp Killer buatan Xavier Flix adalah pop-up blocker yang paling terkenal pada waktu itu.

Saat ini, pop-up blocker sudah terintegrasi dengan hampir semua web browser, serta dalam bentuk program third party yang menjamin kenyamanan Anda berselancar di dunia maya. Opera adalah web browser besar pertama yang mengintegrasikan tool untuk memblok pop-up. Selanjutnya diikuti oleh Mozilla yang memblok pop-up yang dihasilkan, ketika sebuah halaman web di-load ke dalam web browser.

Pada awal 2000-an, semua web browser besar, kecuali Internet Explorer, telah melengkapi dirinya dengan kemampuan memblok pop-up. Baru pada 2004, Microsoft merilis Windows XP SP2 dengan menambahkan kemampuan memblok pop-up pada Internet Explorer. Sekarang, web browser tidak hanya mampu memblok pop-up. Lebih jauh dari itu, web browser open source seperti Mozilla Firefox menyediakan plug-in untuk memblok banner iklan yang ada di halaman web.

Kerja Pop-up Blocker

Ketika Anda membuka sebuah halaman web yang mengandung jendela pop-up, jendela baru akan muncul ketika halaman web tersebut di-load ke dalam web browser. Kode untuk membuka jendela pop-up tersebut dapat ditemukan di dalam source halaman web itu sendiri.

Pop-up blocker diprogram untuk men-scan source sebuah halaman web, dan mencari apakah terdapat kode-kode yang memerintahkan web browser untuk membuka jendela baru. Jika kode-kode tersebut ditemukan, pop-up blocker akan menonaktifkannya, dan web browser tidak akan membuka jendela baru.

Namun, tidak semua jendela pop-up terbuka ketika halaman web diload. Beberapa jendela pop-up baru akan terbuka, jika Anda mengklik sebuah link atau men-scroll halaman web. Sebuah pop-up blocker yang baik dapat pula mengenali kode-kode ini dan membloknya, namun sebagian lagi mampu mematikan jendela pop-up setelah ia terbuka. Sebagian jendela pop-up diprogram menggunakan bahasa pemrograman lain, seperti Flash. Sebuah pop-up blocker yang dirancang untuk memblok JavaScript tidak berdaya menghadapi pop-up Flash ini. Untuk membloknya, Anda membutuhkan program Flashblock. Mirip dengan pop-up blocker, program ini menonaktifkan kode-kode Flash yang ditemukan dalam source sebuah halaman web. Saat ini, telah banyak program yang menggabungkan kemampuan memblok JavaScript dan Flash dalam satu paket.

Tidak semua pop-up blocker memukul rata kode JavaScript atau Flash yang terdapat dalam source halaman web. Beberapa di antara pop-up blocker yang ada sekarang mampu membedakan mana jendela pop-up yang mengganggu, dan mana yang berguna bagi pengunjung. Anda tentu pernah mengisi form ketika mendaftarkan account untuk e-mail, atau keanggotaan lain di Internet yang dibantu oleh jendela pop-up, bukan? Atau, ketika mengunjungi website e-commerce dan ingin meperbesar gambar barang yang ditawarkan, mereka biasanya menggunakan jendela pop-up agar Anda tidak harus meninggalkan halaman utama.

Aplikasi seperti di atas dikenal dengan nama intelligent pop-up blocker. Secara umum, sebagian besar intelligent pop-up blocker hanya menonaktifkan jendela pop-up yang terbuka, ketika source halaman web di-load ke dalam web browser. Jendela pop-up yang terbuka ketika Anda mengklik sebuah link akan dibiarkan oleh intelligent pop-up blocker, karena dianggap tidak menganggu.

Jenis aplikasi lainnya adalah trainable pop-up blocker. Aplikasi ini mengandalkan input dari pengguna untuk memutuskan jendela popup mana yang akan dinonaktifkan, dan mana yang dibiarkan terbuka. Ketika sebuah jendela pop-up akan muncul, trainable pop-up blocker bertanya kepada Anda, apakah akan membloknya. Jika Anda mengklik Yes, jendela pop-up tersebut akan dimasukkan ke dalam black list, dan akan selalu dinonaktifkan untuk seterusnya.

Sumber: Tabloid PCMild

Togap Tartius

Freelance web developer. Mantan guru komputer. Suka membaca dan berpikir. Hobi mengutak-atik komputer baik software maupun hardware.

More PostsWebsite

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInGoogle Plus