Jika Anda seorang penggemar gadget dan Internet, tentu sudah tidak asing lagi dengan istilah ini. Istilah yang lahir dari perpaduan nama MP3 player dari Apple, iPod, dan broadcast ini sesungguhnya tengah membuka babak baru dalam dunia penyiaran digital.

Podcast sebenarnya mirip dengan gebrakan yang dilakukan blog di Internet. Blog telah membuka jalan seluas-luasnya bagi siapa pun untuk menjadi reporter andal tanpa harus menggantungkan tulisannya pada media massa mainstream seperti koran, tabloid, atau majalah. Cukup dengan sebuah blog yang memenuhi kriteria jurnalisme yang baik, khayalak pun akan datang dengan sendirinya, dan menjadikan laporan atau opini yang ada pada blog Anda sebagai referensi.

Demikian pula halnya dengan podcast. Tidak perlu merintis karir sebagai seorang penyiar radio atau penyanyi ternama jika untuk meramaikan udara dengan suara Anda. Cukup dengan bergabung sebuah website podcast, mengisinya dengan file audio koleksi Anda, atau bahkan rekaman suara Anda sendiri, dan biarkan orang lain mendengarkannya melalui iPod, MP3 player lainnya, atau bahkan langsung dari komputer mereka.

Apa Itu Podcast

Podcast adalah layanan gratis yang memungkinan pengguna Internet mengambil file audio, khususnya MP3, dari Internet untuk didengarkan di komputer atau MP3 player mereka. Layanan ini bermula dari gencarnya pemasaran MP3 player iPod dari Apple. Namun, seiring dengan perkembangan teknologi pemutar file audio di komputer dan personal audio player lainnya, kini penggunaan podcast tidak terbatas pada pengguna iPod saja.

Berbeda dengan layanan radio Internet, untuk mendengarkan file-file audio dari podcast, Anda tidak perlu stay tuned pada satu saluran broadcast di Internet. Cukup dengan mendaftarkan diri pada sebuah website podcast, file-file audio akan ter-download secara otomatis pada komputer Anda melalui jasa RSS feed. Teknologi podcast mirip dengan personal video recorder, TiVO dan Sky Plus, yang dapat merekam acara TV pada waktu-waktu tertentu, menyimpannya ke dalam harddisk, untuk ditonton kemudian oleh para penggunanya.

Podcast pertama kali diperkenalkan pada tahun 2004 oleh mantan VJ MTV, Adam Curry, dan seorang programmer Dave Winer. Curry membuat sebuah program bernama iPodder yang digunakannya untuk men-download siaran radio Internet ke dalam iPod-nya secara otomatis. Idenya ini mendapat respon positif dari beberapa programmer lain yang mengembangkan iPodder menjadi aplikasi podcast seperti yang ada sekarang ini.

Cara Kerja Podcast

Pada dasarnya setiap orang yang memiliki komputer dan akses ke Internet dapat turut berpartisipasi menyajikan konten untuk layanan podcast. Anda dapat merekam suara, lagu, puisi, pidato, ceramah, kultum, atau bahkan khotbah, kemudian menyimpannya dalam format MP3 dan meng-upload-nya ke salah satu website podcast yang ada. Selanjutnya biarkan orang lain yang tertarik dengan konten buatan Anda untuk men-download dan mendengarkannya di komputer atau MP3 player mereka.

Sedangkan untuk mendengarkan siaran podcast dari orang lain, Anda dapat masuk ke salah satu website podcast, men-download freeware untuk podcasting yang mereka sediakan (seperti iPodder atau iTunes), dan meng-install-nya di komputer. Selanjutnya, dari aplikasi tersebut Anda dapat mengklik hyperlink untuk mendengarkan konten podcast yang diinginkan. Anda dapat mendengarkannya langsung dari komputer, atau men-download-nya ke dalam MP3 player.

Anda dapat membuat playlist pada aplikasi podcasting untuk mendownload konten-konten dengan tema tertentu melalui RSS feed, membiarkannya men-download konten tersebut secara otomatis, menyimpannya ke dalam harddisk komputer untuk didengarkan kemudian. Ketika Anda men-dock MP3 player, komputer akan memasukkan konten yang baru di-download ke dalamnya, Sederhana, bukan?

Masa Depan Podcast

Saat ini, podcast masih tergolong media baru di Internet. Tetapi, beberapa perusahaan komersial sudah meliriknya sebagai ladang bisnis yang menguntungkan. Layanan podcast aggregator seperti PodcastAlley.com dan Podcast.net memasukkan iklan pada website mereka.

The Podcast Network yang berbasis di Australia memasukkan iklan komersial dan sponsorship pada konten siarannya. National Public Radio, Canadian Broadcasting Corporation, dan BBC telah mulai menyajikan beberapa siaran mereka dalam bentuk podcast. Perusahaan-perusahaan besar seperti Heineken dan General Motors membangun layanan podcast sendiri untuk menjaring pelanggan mereka.

Gadget-gadget baru yang mendukung podcast mulai bermunculan dan siap mengekspansi pasar. Jalan podcast memang masih panjang. Kita tunggu saja.

sumber: Tabloid PCMild

Togap Tartius

Freelance web developer. Mantan guru komputer. Suka membaca dan berpikir. Hobi mengutak-atik komputer baik software maupun hardware.

More PostsWebsite

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInGoogle Plus