Jika kita berbicara tentang Twitter, tentu tidak lepas dari kata ‘microblogging’. Ya, Twitter adalah salah satu web yang menyediakan fasilitas microblogging. Lalu, apa arti dari microblogging itu sendiri? Secara bahasa, microblogging: micro (mikro/kecil) + blogging (nge-blog). Jadi, microblogging adalah nge-blog dalam skala kecil, atau menurut Wikipedia, microblogging adalah kegiatan membuat post (ngeblog) dalam karakter terbatas (biasanya 140 karakter).

Karena keterbatasan dalam jumlah karakter itulah, microblogging memiliki “aturan” yang agak berbeda dari nge-blog pada umumnya. Umumnya, Anda dapat menuliskan tentang pemikiran Anda tanpa batas karakter, sehingga Anda bisa mendeskripsikan pemikiran Anda secara terperinci. Nah pada microblogging, Anda harus dapat mendeskripsikan apa yang ada dalam benak Anda secara singkat. Misalnya : ide yang terbersit, pertanyaan pendek tentang sesuatu, link ke halaman web yang menurut Anda menarik, kegiatan terakhir yang Anda lakukan, dan lain-lain. Biasanya, dalam aplikasi microblogging ada yang disebut sebagai “followers”, “fans”, atau user lain yang mengikuti alur kegiatan Anda. Jika Anda mempost sesuatu, followers akan melihat apa yang Anda post.

Penyedia website atau aplikasi microblogging antara lain twitter, plurk, jaiku, pownce, kronologger (buatan indonesia), dan banyak lagi yang lain. Bahkan raksasa internet macam Yahoo dan Google pun telah menyertakan fitur microblogging ini di dalam web mail mereka.

Untuk memudahkan peng-update-an, biasanya layanan-layanan microblogging ini mempunyai aplikasi atau website yang khusus dirancang untuk perangkat mobile. Sehingga penggunanya dapat meng-update “status” mereka dimana saja dan kapan saja.

Salah satu web penyedia layanan microblogging yang paling populer adalah Twitter. Dari Twitter inilah saya pertama kali mendengar istilah microblogging. Saat pertama kali mencoba layanan ini, saya merasa sedikit ‘aneh’ karena menyangka layanan microblogging itu tidak jauh-jauh dari layanan blogging biasa seperti Worspress atau Blogspot. Ternyata microblogging itu lebih mirip dengan salah satu fitur di Facebook yaitu ‘Update Status’. Bagi Anda yang sudah biasa ‘main’ Facebook tentu mengerti.

Microblogging ini juga bermanfaat untuk menunjukkan siapa Anda, apa aktifitas Anda, dan apa yang ada di pikiran Anda. Atau bahasa kerennya: Personal Branding. Jika Anda telah mempunyai akun Twitter atau berencana akan membuat akun Twitter, jangan lupa follow Twitter saya ya yang ada di bagian bawah halaman blog ini. :)

Togap Tartius

Freelance web developer. Mantan guru komputer. Suka membaca dan berpikir. Hobi mengutak-atik komputer baik software maupun hardware.

More PostsWebsite

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInGoogle Plus