Benda tipis, lebar, ringan, dan berharga relatif murah ini kadang kurang mendapatkan perhatian dari kebanyakan pengguna PC. Padahal tanpanya, sehebat apapun jeroan sebuah PC, percayalah, tidak dapat berbuat banyak untuk membantu pekerjaan Anda. Ya, benda itu adalah keyboard.

Dalam artikel kali ini, kita akan membahas tata letak dan fungsi, serta bagaimana sebuah keyboard bekerja.

Dasar-dasar Keyboard

Keyboard adalah sebuah perangkat input (input device) yang dengannya Anda dapat mengetik dokumen, menjalankan sebuah aksi melalui tombol shortcut, mengakses menu pada aplikasi yang sedang aktif, mengendalikan karakter dalam sebuah game, dan lain-lain. Di bagian atas keyboard berjajar deretan tombol yang masing-masing mewakili satu karakter untuk satu tugas khusus.

Hampir semua keyboard memiliki desain yang sama. Letak, fungsi, dan ukuran tombol-tombolnya pun relatif sama, kecuali pada keyboard-keyboard yang menggunakan karakter khusus di beberapa negara. Sebagian besar keyboard yang ada saat ini memiliki 80 sampai 110 tombol yang terdiri dari tombol huruf (alfabet), tombol angka (0 – 10), tombol fungsi, dan tombol kontrol.

Selain terdiri dari 26 huruf latin, untuk sekadar mengetik, keyboard juga dilengkapi dengan tombol Shift, Enter, Space, Tab, Back Space, dan tombol anak panah untuk memindahkan kursor ke empat arah. Terdapat beberapa tipe susunan tombol huruf pada keyboard, tetapi yang jamak kita temukan adalah susunan QWERTY yang ditandai dengan jajaran keenam huruf tersebut pada bagian kiri atas keyboard. Tipe susunan lainnya adalah Dvorak yang menempatkan semua huruf hidup (vokal) di bagian kiri, dan huruf mati (konsonan) di bagian kanan keyboard. Selain kedua tipe di atas, masih ada beberapa susunan tombol lainnya yang tidak begitu terkenal.

Selanjutnya adalah tombol angka. Seiring dengan meningkatnya penggunaan komputer pada sektor bisnis, penambahan tombol angka pada bagian kanan keyboard pun dilakukan. Tombol-tombol tersebut terdiri dari deretan angka 0 – 10 dan tombol operasi matematika dasar yang diadaptasi dari susunan tombol pada mesin hitung atau kalkulator.

Pada tahun 1986, IBM menambahkan tombol fungsi dan kontrol pada keyboard. Kita mengenal tombol fungsi F1 – F12, serta tombol kontrol yang terdiri dari Home, End, Insert, Delete, Page Up, Page Down, Al ternate, Escape. Pada perkembangan selanjutnya, kita mengenal tombol tambahan seperti Windows, Apple, atau Tux untuk keyboard yang diproduksi khusus untuk pengguna operating system Linux.

Bagaimana Keyboard Bekerja

Keyboard sebenarnya sebuah miniatur komputer. Di dalamnya terdapat processor dan sirkuit untuk mengangkut data dari dan ke processor. Bagian terbesar dari sirkuit tersebut membentuk kisi-kisi (grid) di bawah tombol yang disebut dengan key matrix. Setiap sirkuit terputus tepat di bawah sebuah tombol.

Bak sebuah saklar (switch), ketika Anda menekan sebuah tombol, terhubunglah bagian sirkuit di bawahnya dengan bagian lain, yang memungkinkan aliran listrik kecil mengalir melaluinya. Jika Anda melepas tekanan pada tombol tersebut, bantalan karet yang berada di bawah tombol memisahkan saklar dengan sirkuit. Pada saat itu juga, processor akan mendeteksi bagian key matrix yang terhubung dan membandingkannya dangan peta karakter (character map) yang tersimpan dalam read-only memory keyboard.

Misalnya Anda menekan tombol A, sirkuit di bawah tombol A terhubung dan mengalirkan listrik. Processor mengetahuinya sebagai huruf a (kecil) setelah membandingkan bagian grid yang teraliri listrik dengan peta karakter. Demikian juga seandainya Anda menekan tombol Shift dan A secara bersamaan, processor akan mendeteksinya sebagai huruf A (besar). Selanjutnya, processor merekam karakter yang Anda ketikkan dalam buffer memory dan mengirimkannya kepada komputer yang terhubung dengannya.

Koneksi Keyboard

Terdapat beberapa tipe koneksi keyboard dengan komputer, yang secara garis besar dibagi dua menjadi koneksi kabel dan koneksi wireless. Koneksi kabel yang kita kenal memanfaatkan port parallel, PS2, dan USB. Sementara pada notebook, keyboard terhubung melalui konektor internal. Terlepas melalui port mana yang menghubungkan keyboard dengan komputer, kabel tersebut harus menyuplai daya untuk keyboard.

Tipe koneksi wireless memanfaatkan gelombang inframerah (infrared), radio, atau Bluetooth. Terlepas dari gelombang mana keyboard terhubung dengan komputer, semuanya membutuhkan receiver yang biasanya tertanam pada port USB komputer. Dan karena tidak terhubung secara fisik dengan komputer, keyboard memanfaatkan daya dari baterai atau adaptor.

sumber: Tabloid PCMild

Togap Tartius

Freelance web developer. Mantan guru komputer. Suka membaca dan berpikir. Hobi mengutak-atik komputer baik software maupun hardware.

More PostsWebsite

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInGoogle Plus