Internet mengubah cara manusia berkomunikasi. Di dalamnya, terdapat e-mail yang menjadi bentuk komunikasi yang paling cepat diadopsi oleh manusia. Kurang dari dua dekade silam, hanya segelintir orang yang menggunakannya. Sekarang, hampir setiap orang menggunakan e-mail untuk berkomunikasi.

Namun kita harus mengakui, kadang-kadang e-mail masih belum cukup. Anda mungkin tidak tahu, bila orang yang akan dikirimi e-mail sedang online pada saat yang bersamaan. Satu lagi, bila ingin membalas atau meneruskan e-mail kepada orang lain, Anda harus melakukan beberapa langkah yang dinilai kurang efisien. Oleh karena itu, instant messaging (IM) menjadi begitu populer sebagai alternatif berkomunikasi.

Dengan IM, Anda dapat memasukkan orang-orang yang kerap berinteraksi dalam daftar kontak. Pesan dapat dikirimkan setiap saat kepada siapa pun yang masuk dalam daftar kontak, baik mereka dalam keadaan online maupun offl ine. Bila orang tersebut keadaan online, dia dapat langsung membaca dan mebalas pesan Anda. Semua dapat dilakukan secara real-time, dan lebih responsif.

Cara Kerja IM

Sebagian besar software IM terdiri dari dua komponen: software server dan client. Sebagian program IM dapat dioperasikan melalui web browser, namun kebanyakan membutuhkan instalasi software client di PC. Sementara software server menyimpan direktori pengguna, dan bekerja sebagai perantara lalu-lintas komunikasi. Dengan kata lain, setiap karakter pada IM berjalan (route) melalui server.

Server juga memiliki kemampuan untuk menyimpan dan mengirimkan pesan offline, yang dikirimkan kepada pengguna bila sedang tidak terkoneksi pada server IM. Ketika pengguna tersebut login, pesan yang tersimpan untuknya di server akan ditampilkan di jendela client IM. Server biasanya segera menghapus pesan tersebut, setelah dikirimkan kepada pengguna yang telah online.

Pengguna yang sedang online dapat mengatur opsi statusnya, apakah akan dicatat dalam keadaan aktif pada direktori IM atau tetap dalam keadaan offline (invisible). Meski tercatat dalam keadaan offline, pengguna yang invisible tetap dapat mengirim dan menerima pesan. Pengguna juga biasanya dapat mengatur status lainnya, seperti busy, do not disturb, idle, dan lain-lain.

Software client yang terinstal di PC dikonfigurasi untuk melakukan koneksi tertentu kepada server. Identitas pengguna dimasukkan ke dalam software client saat akan melakukan koneksi. Server akan mengenali pengguna dari username yang unik, dan password. Bila menggunakan PC bersama, hindari menyimpan username dan password pada software client.

Saat koneksi berhasil, server akan mencatat pengguna dalam keadaan aktif (kecuali bila pengguna mengganti statusnya). Selanjutnya, status orang-orang yang tercatat dalam daftar kontak pun ditampilkan. Pada saat ini, pengguna sudah dapat mengirimkan dan menerima pesan melalui IM.

Transfer File dan Streaming

Berbeda dengan file teks, jenis file lain yang dikirimkan melalui IM (misalnya dokumen, gambar, musik, dan lain-lain) biasanya tidak melalui server. Jadi, kedua pengguna yang akan bertransaksi terkoneksi langsung secara peer-to-peer, dan keduanya harus dalam keadaan online. Bila salah satu koneksi terputus, proses pengiriman file otomatis dibatalkan, dan harus diulang dari awal.

Selain mengirimkan pesan teks dan file, pengguna juga dapat mengirimkan dan menerima audio dan video streaming. Pengiriman dan penerimaan audio streaming sama dengan proses Voice over Internet Protocol (VoIP). Sedangkan pada pengiriman dan penerimaan video streaming, proses yang terjadi sama dengan video conference menggunakan webcam.

Baik audio maupun video streaming, keduanya ditransfer secara real-time antar-client sehingga server tidak menyimpan file-file tersebut, meski lalu-lintas data tetap melalui server. Beberapa software IM memasukkan fungsionalitas tambahan yang memungkinkan beberapa pengguna berinteraksi secara serentak. Fungsi ini biasanya disebut discussion atau meeting.

Keunggulan dan Kelemahan

Di balik setiap keunggulan pasti terselip kelemahan. Kelemahan yang paling nyata dari IM adalah tidak tersimpannya data di server. Setiap data yang telah terkirim, baik data teks, file, maupun streaming, akan segera terhapus dari server. Hanya data teks saja yang bisa disimpan dalam log komputer lokal.

Selain itu, pengiriman data nonteks mengharuskan pihak-pihak yang sedang bertransaksi dalam keadaan online. Pengiriman data pun rentan mengalami kegagalan, bila salah satu koneksi Internet pengguna mengalami gangguan. Gangguan koneksi akan semakin besar, bila IM digunakan untuk bertransaksi data dengan banyak pengguna lainnya secara simulatan atau lalu-lintas data dalam keadaan sibuk.

Jadi, bijak-bijaklah dalam memilih modus komunikasi. Bila ingin mengirimkan data penting yang ingin didokumentasi, sebaiknya Anda menggunakan e-mail daripada IM. Sebaliknya, bila data yang dikirimkan membutuhkan respons yang cepat, dan tidak perlu didokumentasi, IM tetap jauh lebih unggul daripada email.

Sumber: Tabloid PCMild

Togap Tartius

Freelance web developer. Mantan guru komputer. Suka membaca dan berpikir. Hobi mengutak-atik komputer baik software maupun hardware.

More PostsWebsite

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInGoogle Plus