Pada awal 1980-an, sebuah piring yang berdiameter 12 cm dengan ketebalan 1,2 mm bernama compact disc (CD) merevolusi penyimpanan data. Setiap keping CD mampu menyimpan multi-megabyte data. Pada 1997, sebuah pengembangan CD, yang disebut digital versatile disc (DVD) dirilis. Dengan ukuran yang sama dengan CD, sebuah keping DVD mampu menyimpan satu judul film berkualitas mendekati laser disc. Satu keping CD mampu menyimpan 783 MB data. Sementara satu keping DVD double-sided dan double-layer mampu menyimpan 15,9 GB data atau setara dengan 8 jam tayang film.

Tapi, bukan berarti teknologi penyimpanan telah berhenti. CD, DVD, dan media penyimpanan berbasis magnet, semuanya menyimpan informasi di permukaan media. Dalam rangka meningkatkan kapabilitas penyimpanan, para ilmuwan saat ini tengah meneliti sebuah metode penyimpanan baru berbasis cahaya, yang dinamai holographic memory.

Meski memiliki bentuk luar yang sama (piringan berdiameter 12 cm), teknologi holographic memory berbeda dengan kedua pendahulunya (CD dan DVD). Teknologi holographic memory tidak berkutat di permukaan data pit, melainkan melesak ke dalam, dan menggunakan volume media untuk menyimpan data (3 dimensi).

Penyimpanan data 3 dimensi yang dilakukan oleh teknologi ini mampu menyimpan lebih banyak informasi di dalam sebuah bidang yang lebih kecil, serta menawarkan waktu transfer data yang lebih cepat. Beberapa tahun ke depan, teknologi ini akan diaplikasikan pada PC.

Komponen Holographic

Holographic memory menawarkan kemungkinan penyimpanan data hingga 1 terabyte (TB) dalam sebuah bidang berukuran sebutir gula pasir! Dengan bidang sekecil itu, Anda bisa meng-copy 1.000 CD yang  terisi penuh ke dalamnya. Saat ini, kebanyakan desktop dan laptop di  pasaran hanya dilengkapi dengan harddisk berkapasitas 80 hingga 200 GB, yang membutuhkan tempat tak lebih dari setengah butir gula pasir.

Prototipe holographic memory telah dikembangkan oleh Lucent dan IBM. Meski sedikit berbeda, hampir semua holographic data storage systems (HDSS) dibangun berdasarkan konsep yang sma. Berikut ini komponen-komponen yang dibutuhkan untuk membangun sebuah HDSS:

  • Argon laser biru-hijau.
  • Pemecah sinar untuk membagi sinar laser.
  • Cermin untuk memantulkan sinar laser.
  • Panel LCD panel (spatial light modulator).
  • Lensa untuk memfokuskan sinar laser.
  • Lithium-niobate crystal atau photopolymer.
  • Kamera charge-coupled device (CCD).

Ketika argon laser biru-hijau ditembakkan, sebuah pemecah sinar membaginya menjadi dua. Sinar pertama, yang disebut objek atau sinar sinyal, akan bergerak lurus, memantul dari sebuah cermin, dan berjalan melalui sebuah spatial-light modulator (SLM). SLM adalah liquid crystal display (LCD) yang menampilkan halaman-halaman data biner mentah dalam bentuk kotak-kotak hitam dan kosong.

Beberapa sistem menggunakan photopolymer sebagai pengganti crystal. Sinar kedua, yang disebut sinar referensi, ditembakkan keluar dari pemecah sinar, dan mengambil jalan yang berbeda menuju crystal. Ketika kedua sinar bertemu, pola interferensi yang terbentuk akan menyimpan data yang dibawa oleh sinar pertama pada bidang tertentu di dalam crystal. Data yang disimpan berbentuk hologram.

Kata Kunci: Sudut

Kelebihan sistem holographic memory adalah data dari keseluruhan data dalam sebuah halaman dapat diambil dengan cepat dalam satu waktu. Untuk mengambil dan merekonstruski halaman holographic dari data yang disimpan dalam crystal, sinar kedua akan ditembakkan ke dalam crystal, tepat pada sudut tempat data tersimpan dalam sebuah halaman.

Setiap halaman data disimpan dalam bidang crystal yang berbeda, bergantung pada sudut tempat sinar kedua membakarnya. Selama rekonstruksi, setelah menyentuh crystal, sinar tersebut berubah menjadi lentur sehingga memungkinkan terjadinya reaksi pada halaman orisinal yang menyimpan data. Selanjutnya, halaman yang direkonstruksi ini diproyeksikan pada kamera CCD, yang menginterpretasi dan memforward infomasi digital kepada komputer.

Komponen kunci dari setiap sistem penyimpanan data holographic adalah sudut yang diambil oleh pancaran sinar kedua sewaktu ditembakkan menuju crystal untuk mengambil data pada halaman. Sudut ini harus persis sama dengan saat sinar ini menyimpan data untuk kali pertama. Perbedaan sekecil apapun, misalnya seperseribu milimeter, dapat penyebabkan kegagalan dalam pengambilan halaman data.

Komponen kunci ini jugalah yang membedakan holographic memory dengan media penyimpanan berbasis cahaya yang telah ada sebelumnya (CD dan DVD). Pada kedua media penyimpanan CD dan DVD, tidak dikenal variasi kemiringan atau sudut cahaya yang menyinari data pit. Bahkan bila kepingan dimasukkan secara tidak rata ke dalam driver, CD dan DVD tidak dapat terbaca oleh komputer.

sumber: Tabloid PCMild

Togap Tartius

Freelance web developer. Mantan guru komputer. Suka membaca dan berpikir. Hobi mengutak-atik komputer baik software maupun hardware.

More PostsWebsite

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInGoogle Plus