Menjelang hari raya, biasanya pusat-pusat perbelanjaan disesaki oleh lautan manusia. Selain makanan dan pakaian, barang-barang elektronik tidak luput dari incaran mereka. Salah satunya adalah kamera video untuk mengabadikan momen-momen bahagia berkumpul bersama keluarga di hari raya.

Hampir semua kamera video (camcorder) yang dipajang di etalase toko elektronik saat ini telah mendukung pencitraan high-definition (HD). Seperti halnya HDTV yang juga pernah dibahas dalam artikel sebelumnya, HD camcorder dapat memproduksi gambar dan suara dengan kualitas yang lebih baik ketimbang kamera analog.

Media Penyimpanan

Paling tidak terdapat empat jenis HD camcorder berdasarkan media penyimpanan yang digunakannya, antara lain:

  1. Tape miniDV. Mirip dengan media penyimpanan berbasis pita lain, kelemahan HD camcorder miniDV terletak pada lamanya waktu yang dibutuhkan untuk mem-preview dan mentransfer rekaman gambar (footage). Sementara keunggulan media penyimpanan ini adalah tersedianya kaset yang melekat pada setiap gulungan pita sehingga lebih aman, dan mudah dibawa-bawa.
  2. Memory card. Kehadiran media penyimpanan berbasis flash yang kecil, namun memiliki kapasitas penyimpanan yang besar, ikut berperan dalam menyusutkan ukuran HD camcorder yang menggunakannya. Kapasitas  memory card yang kini beredar di pasaran telah mencapai 8 hingga 16 GB, dan terus akan bertambah.
  3. Harddisk. Harddisk internal yang ditanamkan ke dalam tubuh HD camcorder memungkinkan penyimpanan data dalam jumlah yang sangat signifikan. Untuk mendapatkan kapasitas penyimpanan yang ekstra besar ini, Anda harus merelakan ukuran HD camcorder yang juga ikut membengkak.
  4. DVD. Bila mengutamakan kecepatan dan kemudahan dalam mendistribusikan hasil rekaman gambar, Anda dapat memilih HD camcorder yang menggunakan media penyimpanan DVD. Rekaman gambar ditulis langsung oleh HD camcorder ke dalam DVD-RW, yang tanpa proses transfer dapat langsung diputar pada DVD player.

Beberapa HD camcorder menyediakan format penyimpanan ganda. Anda bisa menyimpan rekaman gambar pada drive flash internal atau pada memory card eksternal. Format penyimpanan yang biasa disebut dual flash memory ini akan terasa manfaatnya, bila suatu saat Anda kehilangan memory card eksternal, sementara terdapat momen bagus yang harus diabadikan.

HDV & AVCHD

HD camcorder juga terbagi lagi ke dalam dua tipe video high-definition, yakni HDV (high-definition video) dan AVCHD (advanced video codec high-definition). HDV kali pertama diperkenalkan pada 2004. Sedangkan AVCHD muncul pada pertengahan 2006, dan terus dikembangkan sampai sekarang.

HDV merekam ke dalam tape miniDV, mengikuti satu atau kedua standar HD: 720p (1.280 x 720 progressive) atau 1080i (1.440 x 1.080 interlaced). Angka-angka tersebut merujuk pada resolusi yang dihasilkan, sementara istilah progressive dan interlaced merujuk pada bagaimana video direkam. Pada tipe progressive, gambar direkam dalam satu frame yang utuh, seperti halnya foto statis.

Sementara interlaced, yang diadopsi dari teknologi kamera video analog, merekam setiap frame sebagai dua bidang: bidang statis dan dinamis. Kamera video hanya merekam bidang yang berubah/bergerak (dinamis), sementara bidang yang tidak berubah (statis) tidak direkam lagi. Selain menghemat penggunaan bandwidth, output teknologi interlaced meminimalisasi kedipan (flicker) pada layar monitor, karena bagian yang tidak berubah antar-frame tidak dikirim ulang.

AVCHD menggunakan algoritma kompresi yang berbeda dari HDV dalam pengambilan gambar, dan penyusutan ukuran data. Kompresi data pada AVCHD yang lebih efisien, memungkinkan penghematan penggunaan ruang (space) pada media penyimpanan. Selain itu, teknologi ini juga memungkinkan Anda mentransfer sepuluh kali lebih cepat data dari camcorder ke komputer ketimbang HDV yang masih menggunakan tape.

Dari sudut resolusi gambar, AVCHD juga lebih unggul daripada HDV. Pada ACVHD gambar dapat direkam hingga resolusi maksimum high-definition, yakni 1.920 x 1.080. Melihat keunggulan-keunggulan di atas, kini pabrik-pabrik mulai beralih memproduksi HD camcorder berteknologi AVCHD. Meski demikian, bukan berarti HDV lantas ditinggalkan. HDV yang lebih dulu mapan ketimbang AVCHD memiliki software video editing pendukung yang lebih banyak.

Sebagai kesimpulan, bila Anda menghendaki keamanan, dan tidak terlalu mempedulikan waktu preview dan transfer video, HD camcorder miniDV dapat menjadi pilihan yang tepat.

Namun bila menginginkan keringkasan (compact) dan kenyamanan dalam genggaman, pilihan bisa Anda  jatuhkan pada HD camcorder flash memory. HD camcorder dengan harddisk internal cocok untuk Anda yang membutuhkan media penyimpanan yang besar. Sementara HD camcorder dengan DVD diperuntukkan bagi Anda yang menginginkan kemudahan dalan pengoperasian, dan distribusi video.

sumber: Tabloid PCMild

Togap Tartius

Freelance web developer. Mantan guru komputer. Suka membaca dan berpikir. Hobi mengutak-atik komputer baik software maupun hardware.

More PostsWebsite

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInGoogle Plus