Google Earth membuat dunia terasa semakin sempit. Hanya dengan mengetikkan nama sebuah kota, Anda langsung diantar menyaksikan petanya dari udara. Bukan hanya itu, Google Earth membuat beberapa negara berang lantaran instalasi militer rahasia mereka yang disembunyikan di tempat terpencil, kini dapat diakses oleh siapapun hanya dengan beberapa klik.

Apa Itu Google Earth

Google Earth merupakan program virtual globe yang semula dinamai Earth Viewer. Program ini digagas oleh Keyhole Inc. sejak 2001, yang kemudian diakuisisi oleh Google pada 2005. Program ini memetakan bumi dengan menggabungkan foto-foto yang diperoleh dari penginderaan satelit, foto udara yang diambil dari pesawat terbang khusus, dan aplikasi GIS (Geographic Information System) yang meliputi bola dunia secara 3D.

Jika Anda belum pernah mencoba Google Earth, tidak ada salahnya untuk men-download versi gratis aplikasi desktop ini dari http://www.google.com/earth/. Google Earth tersedia untuk operating system Windows, Linux, dan Mac OS. Selain versi gratis, Google juga merilis aplikasi berbayar dengan nama Google Earth Plus, dan Google Earth Professional.

Untuk dapat menjalankannya, Anda tentu harus terhubung dengan Internet. Setiap kali Anda membuka Google Earth dari desktop, ia akan terhubung dengan server-server milik Google yang menyimpan informasi geografis, politik, dan sosial dalam satuan terabyte.

Dengannya, Anda dapat melihat foto sebuah kota dari udara, bak melihat peta, sekaligus membaca informasi kepadatan penduduk, dan catatan angka kejahatan di wilayah tersebut. Layer menyediakan tombol-tombol navigasi peta, termasuk zoom, pengaturan kemiringan pandangan (tilt), serta rotasi berada di sisi kanan layar.

Yang cukup mencengangkan dari Google Earth adalah aspek 3D yang disediakannya dalam peta beberapa kota. Anda dapat terbang menelusuri perbukitan, gedung-gedung tinggi bak seekor burung di tengah kota. Uniknya, aspek 3D ini bukanlah peta ilustrasi, melainkan tetap berupa foto.

Data Google Earth

Peta fotografi yang terdapat pada Google Earth diperoleh dari dua sumber primer, yakni satelit dan pesawat terbang. Google mendapatkan hasil penginderaan ini dan sejumlah informasi pemetaan digital lainnya dari berbagai sumber, seperti TeleAtlas www.teleatlas.com dan EarthSat (www.earthsat.com) yang mengompilasi foto ke dalam peta digital untuk tujuan komersial.

Karena data-data tersebut diperoleh dari sumber yang berbeda, maka terdapat perbedaan resolusi pada peta fotografi. Misalnya ada foto wilayah yang ditampilkan dengan sangat tajam bahkan sampai ke detail jalan, sementara yang lainnya agak buram.

Saat mengakses Google Earth, Anda tidak disajikan foto sebuah wilayah secara real-time. Hal ini dapat dengan mudah disadari. Ketika membuka peta wilayah yang seharusnya sedang berada pada malam hari, namun gambar yang ditampilkan Google Earth adalah foto wilayah tersebut pada saat siang hari. Menurut Google, foto wilayah yang mereka miliki tidak berumur lebih dari tiga tahun, dan secara terus menerus selalu di-update begitu mereka menerima data baru.

Google Earth dapat menampilkan peta AS, Kanada, dan Inggris hingga pada level jalan. Artinya, Anda dapat men-zoom peta hingga melihat jalanan dan pusat-pusat bisnis di sana dengan sangat jelas. Selain Inggris, Google Earth juga memiliki database yang besar untuk wilayah Eropa Barat lainnya. Tapi, bagian dunia lainnya masih sangat minim. Misalnya, Anda dapat menikmati keindahan piramida di Mesir dengan cukup jelas, namun Anda tidak dapat membaca nama jalan atau menemukan pusat penjualan grosir di wilayah tersebut.

Fungsi Dasar Google Earth

Cara yang paling mudah untuk mengetahui fungsi Google Earth adalah dengan mencari lokasi sebuah tempat, dan melihat hasilnya di layar sebelah kanan. Misalnya, Anda mencari lokasi kantor pusat HowStuffWorks di Atlanta, Georgia, AS. Ketikkan “3350 Peachtree Rd. Atlanta, GA” pada kotak search Google Earth, dan klik tombol Search.

Anda akan diantar menuju lokasi kantor HowStuffWorks dari angkasa, seperti burung yang terbang menukik ke bawah. Untuk mendapatkan informasi selanjutnya, tentang apa saja yang ada di sekitar kantor tersebut, Anda dapat mengaktifkan beberapa layer lain. Layer-layer yang tersedia antara lain tempat makan (dining), penginapan (lodging), bank, jalan raya (road), tanah lapang (terrain), mal, pusat perbelanjaan (grocery stores), pom bensin (gas station), taman (park), transit, sekolah (school), dan fitur-fitur geografis lainnya.

Nah, jika Anda berkesempatan melancong ke AS, Kanada, atau Inggris, rasanya Anda sudah tidak membutuhkan jasa pemandu perjalanan lagi, bukan? Cukup dengan membawa laptop yang terhubung dengan Internet melalui Wi-Fi, Anda dapat mengakses Google Earth, dan tahu jalan pulang ke penginapan atau ke tempat-tempat hiburan lainnya.

Sumber: Tabloid PCMild

Togap Tartius

Freelance web developer. Mantan guru komputer. Suka membaca dan berpikir. Hobi mengutak-atik komputer baik software maupun hardware.

More PostsWebsite

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInGoogle Plus