Dewasa ini, hampir setiap kantor memiliki komputer yang terhubung dalam jaringan, baik jaringan area lokal (LAN) maupun Internet. Meski saat ini jaringan nirkabel Wi-Fi atau IEEE 802.11 telah banyak digunakan di lingkungan perumahan dan perkantoran, namun belum menggeser dominasi LAN berbasis Ethernet (yang distandarkan dalam IEEE 802.3).

Pada 1973, seorang peneliti di Xerox Palo Alto Research Center (PARC), Bob Metcalfe, mendesain dan menguji jaringan Ethernet yang pertama. Sembari bekerja untuk menghubungkan komputer Alto dari Xerox dengan sebuah komputer, Metcalfe juga mengembangkan metode fisikal pengabelan beserta standar-standar komunikasinya, yang menghubungkan perangkat-perangkat pada Ethernet.

Standar Ethernet yang asli menggambarkan komunikasi melalui sebuah kabel yang digunakan secara bergantian oleh semua perangkat dalam jaringan. Bila sebuah perangkat dihubungkan dengan kabel ini, dia akan langsung dapat berkomunikasi dengan perangkat lainnya dalam jaringan. Hal ini memungkinkan jaringan tumbuh, tanpa harus memodifikasi perangkat yang telah terhubung sebelumnya.

Terminologi

Ethernet mengikuti serangkaian aturan yang sederhana untuk menjalankan operasinya. Untuk memahami aturan-aturan ini, terlebih dahulu kita harus mengetahui terminologi dasar yang digunakan dalam Ethernet. Terminologi tersebut antara lain:

  • Medium – jalur umum bagi sinyal elektronik. Pada mulanya, medium ini berupa kabel tembaga coaxial, namun dewasa ini telah banyak digantikan dengan kabel serat optik.
  • Segment – merujuk pada medium tunggal dalam sebuah jaringan.
  • Node – perangkat yang tertancap pada segment.
  • Frame – beberapa node yang berkomunikasi dengan pesan-pesan singkat, berupa potongan-potongan informasi.

Frame dapat dianalogikan sebagai kalimat dalam bahasa manusia (dalam istilah jaringan, bahasa yang digunakan disebut protokol). Dalam bahasa Indonesia, misalnya, kita mengenal aturan untuk membuat sebuah kalimat: setiap kalimat harus memiliki subjek dan predikat. Protokol Ethernet menspesifikasikan serangkaian aturan untuk membangun frame.

Aturan-aturan tersebut secara eksplisit mensyaratkan panjang minimal dan maksimal dari frame, dan serangkaian informasi yang harus ada di dalamnya. Setiap frame harus memuat, misalnya, kedua alamat tujuan dan alamat asal, yang mengidentifikasikan penerima dan pengirim pesan. Alamat ini secara unik mengidentifikasi node, seperti halnya nama yang merujuk pada seseorang.

CSMA/CD

Konsep carrier-sense multiple access with collision detection (CSMA/CD) mendeskripsikan bagaimana protokol Ethernet mengatur komunikasi di antara node-node. Konsepnya sangat mirip dengan bahasa yang digunakan manusia dalam percakapan yang sopan. Untuk mengilustrasikan bagaimana Ethernet beroperasi, kita akan mengguna kan analogi percakapan di sebuah meja makan.

Katakanlah segment Ethernet sebagai sebuah meja makan, dan beberapa orang yang terlibat dalam percakapan yang sopan di sekelilingnya sebagai node. Istilah “multiple access” dianalogikan sebagai salah seorang di meja makan berbicara, sementara yang lainnya diam mendengarkan. Jadi, ketika sebuah stasiun Ethernet mengirimkan pesan, stasiun-stasiun lainnya menyimak pengiriman tersebut.

Sekarang coba bayangkan, Anda duduk di meja makan tersebut, dan ingin mengucapkan sesuatu. Pada saat yang bersamaan, penulis sedang berbicara. Karena ini adalah percakapan yang sopan, Anda tentu tidak akan berbicara secara tiba-tiba dan memotong pembicaraan penulis, melainkan menunggu sampai selesai berbicara. Konsep ini digambarkan sebagai “carrier sense” di dalam protokol Ethernet.

CSMA mendeskripsikan permulaan yang bagus dalam mengatur sebuah percakapan, tetapi masih ada satu skenario lagi yang kita butuhkan. Kembali ke analogi percakapan di meja makan, dan bayangkan adanya sebuah momen ketika semua peserta diskusi diam. Kemudian penulis dan Anda memiliki sesuatu untuk diungkapkan, dan kita berdua menangkap “carrier sense” ber dasarkan momen diam tersebut.

Lantas, secara berbarengan kita berdua berbicara. Dalam terminologi Ethernet, sebuah tabrakan (collision) terjadi bila dua peserta berbicara dalam waktu yang sama. Dalam percakapan manusia, kita dapat menangani situasi seperti ini dengan bijak. Kita berdua akan sama-sama mendengar bahwa ada orang lain yang berbicara. Sejurus kemudian, kita diam untuk memberikan kesempatan kepada orang lain untuk berbicara.

Node Ethernet pun demikian. Sembari mengirimkan pesan, node menyimak medium untuk memastikan bahwa dirinyalah satu-satunya stasiun yang bersuara pada satu waktu. Bila stasiun tersebut mendengarkan pesan yang dikirimkannya berbalik arah, dia akan tahu bahwa telah terjadi tabrakan di medium. Bila hal ini terjadi, dia akan berhenti mengirimkan pesan, dan menunggu beberapa waktu.

Kemudian node mencoba kembali mengirimkan pesannya, bila dia men deteksi adanya momen diam di medium. Kemampuan mendeteksi tabrakan pesan inilah yang dikenal dengan istilah “collision detection” dalam protokol Ethernet.

Sumber: Tabloid PCMild

Togap Tartius

Freelance web developer. Mantan guru komputer. Suka membaca dan berpikir. Hobi mengutak-atik komputer baik software maupun hardware.

More PostsWebsite

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInGoogle Plus