Istilah CMS (Content Management System) kali pertama digunakan dalam lingkup publikasi dan manajemen konten website. Generasi awal CMS dibangun secara internal oleh organisasi-organisasi yang banyak melakukan publikasi melalui WWW, misalnya majalah, koran, dan newsletter online.

Sistem seperti Wiki dan forum-forum komunitas di WWW (yang terbuka) sering kali ikut didefinisikan sebagai CMS, yang berbeda dengan makna asalnya sebagai sistem manajemen untuk publikasi website organisasi atau perusahaan (yang tertutup).

Apa Itu Konten?

Setiap halaman website terdiri dari dua komponen: desain dan dokumen. Desain mengatur semua hal yang berkaitan dengan bagaimana tampilan sebuah halaman website, misalnya ukuran dan warna halaman, jenis dan ukuran font, dan lain-lain.

Sementara dokumen adalah setiap item yang ditampilkan di atas desain, meliputi teks, gambar, suara, video, dan file-file lainnya. Dokumen-dokumen yang ditampilkan pada sebuah halaman website dikenal juga dengan nama konten.

Lantas, apakah CMS hanya mengatur dokumen? Pada mulanya memang demikian, tetapi seiring dengan perkembangannya, CMS tidak hanya mengatur dokumen, melainkan juga desain, dan semua yang berkaitan dengan manajemen sebuah website (siapa yang boleh mengakses apa, dan lain-lain).

Cara Kerja CMS

Sebuah CMS biasanya, tapi tidak selalu, berjalan di atas web server. Hampir semua CMS menyediakan kontrol akses bertingkat yang dibagi berdasarkan level penggunanya, misalnya administrator, editor-in-chief, copy editor, layout editor, dan penulis atau kontributor (mirip atau bahkan sama persis dengan struktur organisasi penerbitan media cetak).

Penulis atau kontributor mengirimkan tulisannya melalui CMS. Selanjutnya copy editor memberikan komentar, menerima, atau menolak tulisan tersebut juga melalui CMS yang sama. Jika tulisan diterima, selanjutnya layout editor merapikan tampilannya, memilih quote untuk dihighlight, dan mempublikasikannya. Terakhir, editor-in-chief bertanggung jawab secara legal, sementara administrator bertanggung jawab secara teknis untuk semua proses di atas.

CMS mengontrol dan membantu setiap pengguna pada setiap langkah dalam alur kerja (workflow) di atas, termasuk masalah teknis mempublikasikan dokumen tersebut pada satu atau beberapa web server. Semua dokumen dan informasi yang berkaitan dengan website, yang biasanya disimpan dalam Relational Database Management System (RDBMS), yang juga berada di server, seperti MS SQL, MySQL, dan PostgreSQL.

Untuk berinteraksi dengan dokumen dan informasi yang tersimpan di dalam database dan mem-parsingnya menjadi konten visual, CMS menggunakan scripting language seperti ColdFusion, PHP, JSP atau ASP. Data yang tersimpan di dalam database dipanggil (query), dan diterjemahkan (compile) ke dalam format HTML atau dokumen lainnya, dan ditata (transform) menggunakan Cascading Style Sheet (CSS).

Dalam organisasi yang besar, dokumen-dokumen yang berada di server biasanya dapat dikontrol melalui aplikasi desktop. Untuk melakukannya, digunakan Application Program Interface (API) Open Document Management. Dengan demikian, manajemen dokumen dapat dilaku kan secara lebih mudah.

Istilah-istilah Pada CMS

Meski belum ada standar yang universal, beberapa istilah berikut, yang juga menggambarkan komponenkom ponen yang membangun sebuah CMS, kerap ditemukan dalam sebuah CMS:

Block – Sekumpulan link yang menuju pada bagian-bagain CMS. Block biasanya tampil di setiap halaman CMS, misalnya di bagian kiri panel navigasi, atau hanya pada halaman muka (homepage).

Module – Bagian khusus pada CMS, misalnya bagian khusus artikel, komentar, FAQ, dan sebagainya. Beberapa CMS yang kompleks memiliki module-module khusus, seperti module administrasi dan sistem.

Theme – Tempat mengatur tampilan setiap halaman website, seperti jenis, ukuran, dan warna font, serta pengaturan properti lainnya.

CMS dan Web 2.0

Pada awal keberadaannya, CMS seperti yang dipelopori CNET dan Vignette memang masih bersifat tertutup. Hanya orang-orang dalam organisasi dapat menulis, mengedit, dan mempublikasikan konten website.

Namun hal ini tidak berlangsung lama. Konsep membangun konten web site secara kolaboratif dipelopori oleh forum diskusi, dan Wiki kemudian melahirkan CMS yang terbuka seperti yang ada sekarang. Saat ini, hampir semua website besar, seperti Friendster, MySpace, dan Wikipedia mengusung CMS terbuka, dan mepersilakan setiap orang untuk berpartisipasi membangun konten untuk website, atau yang dikenal dengan istilah Web 2.0.

Sumber: Tabloid PCMild

Togap Tartius

Freelance web developer. Mantan guru komputer. Suka membaca dan berpikir. Hobi mengutak-atik komputer baik software maupun hardware.

More PostsWebsite

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInGoogle Plus