Pada artikel tentang Download Accelerator yang lalu, kita sudah membahas bagaimana cara download accelerator meningkatkan kecepatan download file di Internet. Dengan konsep download resume yang mirip, ditambah dengan fitur multi-peer-to-peer (P2P), improvisasi yang brilian dari Bram Cohen, sebuah protokol baru kini marak digunakan sebagai media berbagi file di Internet dengan lebih cepat dan lebih baik. Protokol tersebut dikenal dengan nama BitTorrent.

Anda pasti tidak asing lagi dengan nama BitTorrent. Anda mungkin bertanya, apa perbedaan men-download file menggunakan protokol BitTorrent dengan cara lain, seperti menggunakan jalur HTTP dan FTP biasa plus download accelerator, atau menggunakan aplikasi berbagi file P2P biasa?

Jawaban sederhananya adalah BitTorrent menggabungkan fungsionalitas download accelerator dan P2P, bahkan lebih dari itu. BitTorrent memungkinkan Anda men-download bagian file dari peer yang juga sedang men-download file yang sama. Demikian pula sebaliknya, di saat Anda tengah men-download bagian-bagian file dari beberapa peer, mereka juga men-download-nya dari Anda. Menarik, bukan?

Cara Kerja BitTorrent

Bayangkan Anda akan men-download file film melalui BitTorrent. Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah menginstal aplikasi BitTorrent di PC Anda, misalnya BitCommet, BitTorrent, Azureus, dan lain-lain.

Setelah aplikasi BitTorrent terinstal, terlebih dahulu Anda harus mendownload file .torrrent yang berisi informasi tentang sebuah file yang akan di-download; apa namanya, berapa ukurannya, PC mana saja yang menyediakannya (yang dikenal dengan nama seed), dan lain-lain. Selanjutnya, Anda tinggal memasukkan file .torrent ke dalam aplikasi BitTorrent dan mengeksekusinya.

Apakah aplikasi BitTorrent yang berjalan di Windows XP dapat berbagi dengan aplikasi BitTorrent yang berjalan di operating system lain? Jawabannya iya. Semua aplikasi BitTorrent berjalan pada operating system mana pun, dapat membaca file .torrent dan saling berbagi file antarmereka.

Aplikasi BitTorrent akan berkomunikasi dengan sebuah server pusat yang akan mencatat aktivitas download Anda, yang dikenal dengan nama tracker. Server ini mengantarkan aplikasi BitTorrent di PC Anda kepada sekelompok seed dan peer yang sedang melakukan aktivitas pertukaran file film. Begitu Anda ikut men-download file film dari beberapa seed dan peer, Anda otomatis menjadi bagian dari kelompok ini (yang dikenal dengan nama swarm), sekaligus menjadi peer yang dapat berbagi file dengan peer lain.

Pertanyaan yang sering diajukan adalah, apakah men-download melalui BitTorrent lebih cepat ketimbang menggunakan aplikasi download accelerator atau P2P biasa? Jawabannya bisa iya dan tidak. Semakin banyak seed dan peer dalam sebuah warm, proses download dengan BitTorrent akan semakin cepat. Di sinilah perbedaannya dengan proses download menggunakan download accelerator dan P2P biasa, yakni semakin banyak peer yang mendownload file dari sumber yang sama membuat proses download semakin lambat.

Jangan Pelit di BitTorrent

Masih terdapat beberapa istilah khusus BitTorrent yang harus Anda perhatikan. Salah satunya adalah leech.

Leech adalah sebutan untuk orang yang telah selesai men-download sebuah file melalui BitTorrent, namun ia tidak bersedia berbagi dengan orang lain, padahal ia sudah dapat berperan sebagai seed. Tidak jarang setelah selesai men-download sebuah file, dengan berbagai alasan seseorang lantas mematikan aplikasi BitTorrent sehingga orang lain tidak dapat mendownload file tersebut dari PC-nya.

Padahal, cukup dengan tetap menyalakan aplikasi BitTorrent, seseorang yang telah selesai men-download sebuah file dapat langsung menjadi seed. Tindakan lari dari kewajiban moral menjadi seed ini dikenal dengan istilah hit-and-run. Lagi-lagi di sinilah kelebihan BitTorrent; tracker mencatat berapa besar file yang telah selesai di-download oleh sebuah PC, dan berapa besar file yang telah andilkan dalam sebuah swarm, baik sebagai seed atau peer.

Perbandingan ini dikenal dengan istilah ratio. Semakin besar nilai ratio yang juga tercatat pada aplikasi BitTorrent (1.0 adalah nilai standar, yang berarti nilai download sama dengan upload), semakin terpuji di mata tracker. Demikian pula sebaliknya, semakin kecil ratio download dan upload, semakin tercela perilaku seseorang yang dapat memasukkannya ke dalam kategori leech.

Apa hukuman yang akan diberikan kepada leech? Ekstremnya, jika terdapat laporan dari seed atau peer lain yang membaca track record ratio yang buruk, tracker dapat mem-ban seseorang dari swarm. Sebaliknya, jika sebuah aplikasi BitTorrent memiliki ratio yang baik, kecepatan downloadnya akan semakin baik karena seed dan peer lain akan mendahulukannya dibandingkan peer lain dengan ratio yang lebih rendah.

Jadi, jika kecepatan download menggunakan BitTorrent Anda dirasakan biasa-biasa saja atau cenderung lambat, periksalah ratio yang ada di aplikasi BitTorrent. Jangan-jangan Anda termasuk ke dalam kategori leech yang enggan berbagi dengan pengguna lain. Kesimpulannya, jangan pelit di BitTorrent.

sumber: Tabloid PCMild

Togap Tartius

Freelance web developer. Mantan guru komputer. Suka membaca dan berpikir. Hobi mengutak-atik komputer baik software maupun hardware.

More PostsWebsite

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInGoogle Plus