Bagi penggemar sepakbola liga Eropa, tentu tidak asing lagi dengan nama Ajax. Tetapi, artikel kali ini tidak akan membahas klub sepakbola dari negeri kincir angin tersebut, melainkan sebuah pendekatan desain web interaktif baru yang kebetulan memiliki nama yang sama: Ajax.

Sebelumnya, saat Anda mengetikkan sebuah URL pada web browser, melalui jalur HTTP alamat URL tadi sampai kepada web server yang menanganinya. Kemudian web server bersama para asistennya, semisal engine PHP dan MySQL akan mengolah permintaan web browser, mengepaknya dalam format HTML, mengirimkannya kembali kepada web browser Anda. Selesailah satu kali interaksi antara Anda dengan server.

Walaupun proses yang disebutkan di atas berlangsung amat cepat, mungkin dalam hitungan mikrodetik, tetapi Anda akan tetap melewati fase ketika web browser tidak menampilkan apa-apa alias blank. Demikianlah kira-kira gambaran bagaimana interaksi web client dengan web server yang ada sekarang. Lantas ada apa dengan Ajax? Hal baru apa yang ditawarkannya?

Sekilas tentang Ajax

Asychronous JavaScript And XML, atau yang dikenal dengan akronim Ajax, adalah pendekatan baru dalam desain interaksi antara web client dengan web server. Jika dulu Anda melalui web browser langsung berinteraksi dengan web server melalui jalur HTTP, sekarang Anda lebih banyak berinteraksi dengan engine Ajax yang ada di belakang web browser.

Anda tidak langsung lagi mengirimkan request kepada web server melalui web browser. Sekarang Ajaxlah yang akan berinteraksi dengan web dan/atau XML server, menyimpan hasilnya dan menampilkannya melalui web browser kepada Anda.

Lho? Bukannya jalur yang harus ditempuh oleh Anda untuk berkomunikasi dengan server semakin panjang? Dan konsekuensinya waktu yang dibutuhkan pun akan lebih panjang? Tunggu, Anda keliru! Anda sama sekali tidak berkomunikasi dengan server lagi, melainkan dengan engine Ajax yang ada di belakang web browser.

Dan atas nama Anda, engine Ajax berkomunikasi dengan server dan menyimpan segala kebutuhan Anda di dalamnya. Demikian pula perubahan-perubahan yang mungkin Anda lakukan, semuanya tidak lagi dilayani oleh server, melainkan langsung direspon oleh Ajax.

Selanjutnya, biarkan Ajax yang menginformasikan perubahan tersebut kepada server. Inilah yang dimaksud dengan kata “asychronous”, Anda tidak lagi berinteraksi dengan server secara sinkron. Semua request Anda ditangani sepenuhnya oleh Ajax. Dan Ajaxlah yang berinteraksi dengan server atas nama Anda. Dengan model interaksi seperti ini, Anda tidak akan lagi mendapatkan web browser yang polos karena menunggu kiriman data dari web server.

Teknologi di Balik Ajax

Ajax bukanlah sebuah teknologi. Ajax sebenarnya terdiri dari beberapa teknologi yang masing-masing berkembang sendiri, bergabung bersama dalam cara-cara baru yang saling menguatkan. Ajax mencakup:

  • Presentasi standar berbasis XHTML dan CSS.
  • Tampilan dan interaksi dinamis menggunakan Document Object Model.
  • Pertukaran dan manipulasi data menggunakan XML dan XSLT.
  • Pengambilan data asynchronous menggunakan XMLHttpRequest.
  • JavaScript yang mengikat semuanya menjadi satu kesatuan.

Ajax mengeliminasi sifat pada interaksi web konvensional client meminta-server menjawab dan seterusnya, dengan menyediakan perantara –sebuah engine Ajax– untuk pengguna dan server. Sepertinya menambahkan layer kepada aplikasi akan membuatnya kurang andal, tetapi yang terjadi justru sebaliknya.

Sebagai ganti melakukan loading halaman website pada awal sesi, web browser me-load engine Ajax yang ditulis dalam JavaScript dan biasanya disimpan dalam frame tersembunyi. Engine ini bertanggung jawab baik dalam rendering interface yang dilihat oleh pengguna maupun berkomunikasi dengan server atas nama pengguna. Engine Ajax memungkinkan interaksi pengguna dengan aplikasi dapat terjadi secara asynchronous atau tidak bergantung pada komunikasi dengan server. Dengan demikian, pengguna tidak pernah memandang jendela yang kosong dan icon jam pasir, menunggu server untuk melakukan sesuatu.

Setiap request HTTP akan beralih bentuk menjadi panggilan JavaScript kepada engine Ajax. Respons apa pun terhadap request yang tidak membutuhkan perjalanan kembali ke server, seperti validasi data sederhana, mengedit data dalam memory, akan ditangani sendiri oleh Ajax.

Jika engine memerlukan sesuatu dari server untuk merespon, misalnya harus mengeluarkan data untuk pemrosesan, atau mengambil data baru, ia akan membuat request secara asynchronous, biasanya menggunakan XML, tanpa menjegal interaksi pengguna dengan aplikasi.

sumber: Tabloid PCMild

Togap Tartius

Freelance web developer. Mantan guru komputer. Suka membaca dan berpikir. Hobi mengutak-atik komputer baik software maupun hardware.

More PostsWebsite

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInGoogle Plus