BBM bersubsidi akhirnya ga jadi naik tanggal 1 April kemaren. Harganya tetap Rp 4500/liter (premium). Sayangnya, seperti di postingan saya sebelumnya tentang Menyikapi Kenaikan Harga BBM, hal tersebut tidak banyak pengaruhnya di kota saya, Palangka Raya. Orang-orang yang melangsir (menimbun BBM untuk dijual lagi dengan harga agak mahal di eceran) semakin giat. Saat tidak boleh membawa jirigen, mereka menggunakan motor Thunder atau Megapro yang tangki minyaknya memang lumayan gede. Dan perlu diketahui, mereka sangat banyak dan sangat sabar saat mengantre. Hal ini tentu saja membuat antrean di SPBU jadi lumayan panjang.

Nah, inilah yang saya sangat tidak suka. Waktu 30 menit – 1 jam hanya habis untuk antre. Padahal kan masih banyak yang bisa dilakukan (ceritanya orang sibuk). Oke, pertamax memang tidak antre, namun itu juga karna harganya yang menurut saya terlalu mahal, sekitar 10 ribuan/liter.

Mau tidak mau ya akhirnya harus mencari bensin di eceran. Rata-rata bensin eceran Palangka Raya dijual Rp 6000/liter. Sangat mahal sebenarnya, apalagi wadahnya adalah botol bekas minuman keras ‘Topi Miring’ yang kalau ga salah isi full-nya tidak mencapai 1 liter. Bagi beberapa orang, harga Rp 6000/liter memang memberatkan. Makanya, walaupun harus antre berjam-jam, mereka rela saja. Tapi kalau bagi saya, selisih Rp 1500 itu masih bisa dimaklumi. Karna itulah di beberapa minggu terakhir ini saya selalu membeli bensin di eceran.

Setelah sekian lama membeli di eceran, hal ini muncul di pikiran saya: sebenarnya saya juga sudah membantu pengecer tersebut dengan memberi keuntungan baginya sebesar Rp 1500/liter. Kehilangan Rp 1500 di setiap liter bensin yang saya beli bukanlah sebuah kerugian (besar) bagi saya. Toh, masih sanggup aja beli pulsa, nonton di bioskop, makan, ngopi, dan jajan. Cengeng sekali kalau saya mempermasalahkan uang Rp 1500/liter tersebut.

Nah, orang-orang yang membeli di eceran itu secara sadar atau tidak sudah memberi rejeki bagi mereka (pengecer). Saya jadi rejeki bagi mereka. Atau kalau dalam bahasa orang kristen: jadi berkat. Memang sih, ada kemungkinan para pengecer itu melakukan kecurangan, tapi itu bukan masalah saya. Itu adalah masalah dia. Yang penting bagi saya adalah, di tengah kesulitan dalam masyarakat ini, saya masih bisa berbagi rejeki, dan… jadi berkat.

Incoming search terms:

kapasitas botol topi miring, berapa ukuran botol minuman topi miring, botol topi miring

Togap Tartius

Freelance web developer. Mantan guru komputer. Suka membaca dan berpikir. Hobi mengutak-atik komputer baik software maupun hardware.

More PostsWebsite

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInGoogle Plus