Kebanyakan dari Anda saya yakin akan menjawab ‘tidak’. Saya juga yakin Anda bukanlah orang miskin. Soalnya saya tidak pernah melihat orang miskin pergi ke warnet, apalagi hanya untuk membuka-buka blog seperti yang sedang Anda lakukan. :nohope:

Tapi saya pikir itu tergantung dari apa definisi ‘miskin’ itu sendiri menurut Anda.

Dan dari beberapa pengertian yang saya coba himpun dari berbagai sumber, kebanyakan dari mereka menyertakan kata ‘kekurangan’. Nah, inilah yang membuat saya tertarik. Ternyata, walaupun ada orang-orang yang hidupnya di tengah hutan, atau di tengah gunung, atau di tempat-tempat terpencil lainnya, mereka tidak merasa kekurangan. Semua kebutuhan mereka tercukupi. Walaupun mungkin jika dilihat dari penampilan, mereka bisa saja kita sebut miskin.

Tentu saja mereka tidak tahu internet, blog, apalagi twitter. Mungkin juga mereka tidak memiliki pendidikan seperti kita-kita ini. Tapi justru itulah yang membuat mereka tidak kekurangan. Karena kebutuhan mereka pun tidak sebanyak kita.

Nah, bagaimana dengan kita? Saya keberatan jika dibilang miskin. Saya punya motor sendiri, handphone, bahkan punya website pribadi. Tapi saya selalu merasa kekurangan. Dan itu bukan masalah kebutuhan. Tapi keinginan.

Nah, lo! Ini juga yang membuat kita selalu merasa kekurangan. Sudah punya handphone, pengen BB. Sudah punya BB, pengen iPhone. Sudah punya iPhone, pengen iPad. Dan seterusnya, dan seterusnya. Tidak akan ada habisnya. Di Facebook atau Twitter kita selalu mengeluh. Saya sendiri sering mengeluh, yang artinya saya masih merasa kekurangan. Dan jika melihat pengertian miskin tadi, ‘serba kekurangan’ adalah salah satunya.

Jadi pertanyaan yang menjadi judul postingan ini akan menjadi renungan kita semua. Apakah Anda Miskin?

Togap Tartius

Freelance web developer. Mantan guru komputer. Suka membaca dan berpikir. Hobi mengutak-atik komputer baik software maupun hardware.

More PostsWebsite

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInGoogle Plus