Jangan tertipu judul post ini karena saya tidak akan memberikan tips atau cara-cara untuk benar-benar me-recovery data di hati. Lagipula hati itu kan bukan tempat simpan data. Saya sendiri ga suka makan hati, baik secara harfiah maupun secara kiasan. *halah*

Lalu apa? Gini, hati itu bisa dibilang tempat perasaan-perasaan kita, dalam hal ini saya mengkhususkan pada perasaan Cinta #eaaaa. Hati kita sendiri tidak menyimpan apa-apa. Kita menyimpan semua memory dan kenangan di otak. ‘Menyimpan kenangan di dalam hati’ hanyalah sebuan istilah kiasan, sama seperti judul post ini.

Data yang saya maksud di sini memang tentang ‘kenangan’. Kenangan tentang cinta dan hal-hal indah lainnya. Dan tahukah Anda, data-data tersebut hampir selalu bisa di-recovery ~ sama seperti harddisk.

Harddisk adalah tempat kita menyimpan data. Sekali saja data tertulis di sana, data itu akan tetap di sana selamanya. Bahkan setelah dihapus. Sesungguhnya, saat kita menghapus data dari harddisk, kita hanya menandai bahwa bagian data tersebut telah kosong dan bisa diisi. Data yang lama masih ada dan bisa dikembalikan (recovery), bahkan secara utuh.

Cara agar data tersebut tidak bisa dikembalikan adalah dengan mengisinya (menimpanya) dengan data lainnya. Setelah menimpanya dengan data baru, maka data yang lama hampir tidak bisa di-recovery lagi. Mungkin ada yang bisa melakukannya, tapi itupun datanya akan rusak, tidak akan bisa utuh seperti sedia kala.

Nah, otak tempat kita menyimpan kenangan juga mirip seperti itu (lebih kompleks tentunya). Kenangan-kenangan indah kita bersama mantan akan selalu berada di hati (otak). Kita tidak akan bisa melupakannya. Data-data tersebut hampir selalu bisa di-recovery. #KemudianGalau

Satu-satunya cara agar data-data (kengangan/memory) tersebut tidak kita akses lagi adalah dengan mengisinya dengan kenangan yang baru.

Kenangan tentang seseorang hanya bisa ‘hilang’ jika kita mengisinya dengan kenangan tentang seseorang yang lainnya.

Istilah kerennya sih ‘Move-on’. Saat kita belum bisa move-on, maka kita akan terus bisa mengingat & me-recovery kenangan-kenangan tentang mantan. Saat kita belum bisa move-on, kita akan sering galau, dan cenderung mellow (dan cengeng).

Hati (otak) kita lebih kompleks dibandingkan dengan harddisk. Hanya data serupa lah yang bisa ‘menggeser’ data sebelumnya. Ada yang berusaha melupakan mantan dengan cara mengisi waktunya dengan kegiatan-kegiatan positif lainnya. Tidak salah memang. Sayangnya saat kegiatan itu berhenti, atau paling tidak di saat-saat tertentu misalnya istirahat, pikiran tentang mantan cenderung muncul. Apalagi kalau ngeliat orang lain lagi pacaran. ;)

Ada yang trauma karna pacaran sehingga tidak mau pacaran lagi. Well, dia akan terus ‘dihantui’ oleh kenangan-kenangan lamanya sebelum dia bisa menerimanya & berani untuk menjalin hubungan yang baru…

Ya, tulisan ini sama sekali bukan tentang recovery data di hati. Postingan kali ini memang tentang move-on, karna saya sendiri pun sedang (terus) menjalaninya. :D

Incoming search terms:

recovery hati

Togap Tartius

Freelance web developer. Mantan guru komputer. Suka membaca dan berpikir. Hobi mengutak-atik komputer baik software maupun hardware.

More PostsWebsite

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInGoogle Plus