Sebelum Anda melanjutkan membaca postingan ini, saya harap Anda sudah membaca halaman About Me. Jadi Anda sudah tahu, bahwa saya adalah seorang pemuda berusia 22 tahun (saat tulisan ini dibuat), ganteng, tidak alay, dan baru lulus (wisuda).

Dan bagi yang pernah kuliah, dan telah diwisuda, pasti juga tahu dan pernah mengalami perasaan ini. Sukacita, gembira karna perjuangan selama 3 tahun, atau paling lama 8 tahun, telah lunas terbayar saat nama kita dipanggil ke depan dan pemindahan kuncir dilakukan.

Kebanyakan kita tidak tahu bahwa akhir dari kegalauan saat kuliah berarti dimulainya ke-galau-an dalam mencari dan ‘memilih’ pekerjaan. Saya menambahkan kata ‘memilih’ di sini karena banyak juga orang yang mendapat beberapa tawaran pekerjaan. Sehingga dia tidak perlu susah-susah mencari lagi. Cukup memilih saja.

Namun memilih itu kadang sama susahnya dengan mencari.

Itulah yang saya alami sekarang. Jika Anda membaca postingan-postingan saya sebelumnya, Anda juga pasti tahu bahwa sekarang saya adalah seorang pengajar di SMA Katolik di Palangka Raya. Dalam hati saya bersyukur bahwa saya cukup beruntung, langsung mendapat pekerjaan tidak lama setelah diwisuda. Dan pekerjaan yang saya jalani ini cukup saya nikmati karena sesuai dengan hobi dan jalur waktu saya kuliah dulu. Namun beberapa waktu yang lalu saya dilanda kegalauan. Galau dalam menentukan pilihan. Orang tua saya menawarkan beberapa pekerjaan, saya juga ditawari oleh teman pekerjaan, dan secara rutin, saya juga masih memantau bursa kerja di internet dan media lainnya.

Secara gaji, saya bisa katakan kurang. Walaupun sekarang saya masih bujangan, alias jomblo (dan ganteng), dan masih tinggal bersama orang tua saya, namun jika dibandingkan dengan beberapa tawaran pekerjaan itu, gaji yang sekarang saya terima sangat kecil.

Dan saat itulah saya memilih untuk bertahan.

Saya belajar, bahwa sukses itu bukanlah akhir, namun sebuah proses. Sebuah proses yang tidak bisa kita jalani tanpa 2 hal ini: pengalaman dan kepercayaan dari orang lain. Walaupun Anda pintar, namun jika masih minim pengalaman, Anda akan sering menemui kesulitan. Walaupun Anda mempunyai harta, namun jika Anda tidak dipercaya, harta itu akan mubazir. Saya belajar, bahwa 2 hal ini, yaitu pengalaman dan kepercayaan, tidak bisa dibeli. 2 hal inilah yang saya, dan orang-orang seperti saya perlukan jika ingin sukses, terutama masalah pekerjaan.

Karena itulah, saya menetapkan untuk merangkak dari bawah. Daripada sibuk ke sana kemari mencari pekerjaan dengan gaji besar, saya memilih untuk bertahan dengan pekerjaan kecil yang saya nikmati ini, untuk mencari pengalaman dan mendapatkan kepercayaan dari orang-orang di sekitar saya. Setelah itu, dengan pondasi yang kuat ini saya yakin akan bisa meraih kesuksesan.

Bagaimana dengan Anda? Sudahkah Anda memiliki 2 hal ini?

Togap Tartius

Freelance web developer. Mantan guru komputer. Suka membaca dan berpikir. Hobi mengutak-atik komputer baik software maupun hardware.

More PostsWebsite

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInGoogle Plus