Be Yourself. Jadi Diri Sendiri.

Entah darimana asal kalimat (istilah) ini. Yang saya tau pasti, ini sudah menyesatkan banyak orang.

Saya tidak mengatakan ‘semua orang’, tapi ‘banyak orang’. Jika kamu tidak termasuk dalam orang sesat tersebut, bersyukurlah. Bagi yang merasa bukan orang sesat dan tidak merasa tersesat, silakan baca tulisan ini sampai habis.

Jadi diri sendiri. Yah, istilah ini dipakai banyak orang agar kita tidak meniru gaya orang lain. Tidak menjadi orang lain. Menjadi diri sendiri. Dalam hal ini saya setuju. Sayangnya kata-kata itu juga dapat dipakai sebagai alasan bagi orang-orang malas. Orang-orang yang ‘merasa nyaman’ dengan keadaannya sekarang. Orang-orang yang susah maju. Orang-orang yang sangat sering gagal.

Anda tau, salah satu kunci untuk bangkit dari kegagalan dan meraih sukses adalah melakukan perubahan. Berubah. Kalau kamu mengerjakan sesuatu dan tidak berhasil, pasti ada sesuatu yang salah. Terus, kenapa diulangi lagi? Kenapa tetap bertahan dalam kesalahan itu? Ubah pola pikir! Ubah strategi! Ubah cara! Belajarlah dari orang-orang sukses.

Saat saya katakan ‘belajarlah dari orang-orang sukses’, tentunya sedikit banyak kita harus meniru pola pikir, strategi atau cara mereka. Dan kamu berkata: “Ngapain meniru orang?” Dan lagi-lagi keluarlah kata-kata itu: “Jadi diri sendiri aja lah”. Itu dia. Alasan sesungguhnya adalah kamu merasa takut dan tidak nyaman jika melakukan perubahan. Alasan sesungguhnya adalah kamu tidak mengerti konsep ‘diri sendiri’ tersebut sesungguhnya.

Meniru

Ada ga di antara kalian yang baru lahir sudah bisa jalan? Yang di umur 1 tahun udah bisa bicara. Terus di usia 5 tahun udah gaul. Udah fashionable. Secara normal pasti tidak ada. Dan saya tidak akan capek-capek membahas yang abnormal. Anak-anak bisa bicara karena meniru orang-orang yang bisa berbicara. Kita saat kecil bisa berjalan karena kita dilatih, mula-mula duduk, kemudian merangkak, berdiri, baru jalan. Sejak kecil pun, kita selalu meniru perilaku orang-orang dewasa. Intinya adalah kita ini peniru. Kita ingin bisa seperti mereka. Kita berusaha untuk bisa seperti orang-orang dewasa. Jika kamu benar-benar menerapkan prinsip ‘jadi diri sendiri’ maka diri kamu yang sebenarnya adalah telanjang, dan cuma bisa menangis. Ya seperti bayi yang baru lahir. Diri kamu yang sekarang adalah hasil dari proses belajar dan meniru.

Terus kenapa kamu yang sekarang enggan belajar lagi? Enggan meniru lagi? Tetep mau jadi diri sendiri?

Hei, saat kecil kita ga pernah malu untuk meniru, untuk belajar, untuk berubah, untuk keluar dari zona aman kita. Kenapa sekarang harus malu? Coba kamu bercermin sebentar. Liahat potongan rambut kamu. Apakah kamu bikin potongan rambut itu sendiri? No! Kamu pasti melihat seseorang yang kamu kagumi, entah itu artis, atlet, orang tua, dan meniru potongan rambut mereka. Kalau ga cocok, kamu buka-buka majalah, nonton film dan terus mencari-cari potongan rambut yang cocok untuk kamu. Meniru lagi kan?

Itu baru rambut. Masih banyak hal lainnya yang tidak kamu sadari. Dan kamu masih tetap berkeras mau jadi diri sendiri?

Dirimu yang Terbaik

Kalau kamu sudah sampai pada paragraf ini, kamu pasti tau kalau sejak tadi, saya ga pernah bilang supaya kau jadi orang lain. Meniru yang saya maksud adalah meniru hal-hal yang cocok untuk dirimu. Kalau ga cocok ya jangan ditiru, segera ubah. Kalau udah cocok, udah pas, nah selamat, kamu sudah jadi yang lebih baik bagi dirimu.

Ada yang skeptis sama tiru-meniru ini? Wajar. Memang dalam beberapa bidang, seperti seni, tulisan, lagu dan lain-lain, kita harus hati-hati. Kalau kita meniru mentah-mentah jelas hal yang sangat tidak baik. Kombinasi adalah solusinya. Saat ini, kreatifitas yang memang benar-benar murni buah pemikiran sendiri sudah jarang. Tapi beberapa kombinasi bisa menghasilkan sesuatu yang benar-benar baru, dan lebih baik.

Ambil, tiru, kombinasikan hal-hal yang baik tersebut, lalu coba terapkan. Tinggalkan hal-hal yang membuat gagal. Berubah. Terus belajar. Itulah yang terbaik. Jadi dirimu yang terbaik. Be Your Best Self.

Saat kamu menerapkan prinsip “Be Your Best Self”, saya yakin kamu juga akan mendapatkan yang terbaik.

Inspirasi: Mitos ‘Just Be Yourself’. Mari kita bersama-sama jadi yang terbaik.

Togap Tartius

Freelance web developer. Mantan guru komputer. Suka membaca dan berpikir. Hobi mengutak-atik komputer baik software maupun hardware.

More PostsWebsite

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInGoogle Plus