#IndonesiaTanpaFPI. Demikianlah hashtag yang beberapa saat lalu sempat populer di Twitter. Walaupun tidak menjadi trending topic, namun banyak sekali yang menggunakan hastag tersebut di twit-twit mereka. Bisa dibilang bahwa banyak sekali yang tidak suka dengan FPI, terutama karna mereka selalu menggunakan cara-cara kekerasan dengan membawa nama agama.

Hashtag tersebut berujung pada sebuah pendapat, bahwa sebaiknya FPI dibubarkan.

Akan tetapi apakah itu dapat menjamin bahwa tidak akan ada lagi tindak kekerasan yang membawa nama agama? Saya rasa tidak. Lagipula membubarkan FPI berarti mengekang hak mereka juga untuk berorganisasi.

Ada sebuah tulisan bagus yang ditulis oleh Pandji tentang FPI. Dan saya juga banyak setuju dengan apa yang ia tulis di sana. Bahwa FPI bisa menjadi seperti saat ini juga karna kesalahan kita. Ya, kita semua. Bukan cuma kesalahan pemerintah atau aparat penegak hukum.

Saya sendiri agak miris jika membaca berita-berita (salah satunya) tentang pencuri yang sampai tewas diamuk warga. Kita semua tahu bahwa mencuri itu tidak benar. Tapi kita juga tahu bahwa kita punya hukum yang mengatur semuanya. Saat ‘warga’ tersebut main hakim sendiri, apa bedanya mereka (warga) dengan FPI? Saat kita menolak FPI dengan cara-cara kekerasan, apa bedanya kita dengan mereka (FPI)?

Lalu ada juga yang bilang bahwa sebaiknya hashtag #IndonesiaTanpaFPI itu diganti dengan #IndonesiaTanpaKekerasan. Saya pun setuju dengan hal ini. Kecuali bahwa kalau tidak ada kekerasan, maka penetrasi tidak akan bisa dilakukan.. Muahahahaha.. :ngakaks Bercanda ding 😀 . Saya rasa kekerasan pun terkadang perlu. Yang pasti harus jelas tujuannya, dan terkontrol.

Secara jujur saya pun tidak suka dengan FPI. Tapi saya tidak mendukung pembubaran FPI. Saya tidak suka FPI, tapi menurut saya tindakan masyarakat Dayak di Palangka Raya yang menolak (dengan ancaman) FPI turun dari pesawat itu juga kurang tepat.

Dan daripada memusingkan itu semua, kenapa kita tidak serius saja dahulu pada pekerjaan/sekolah/kuliah kita? 🙂

Togap Tartius

Freelance web developer. Mantan guru komputer. Suka membaca dan berpikir. Hobi mengutak-atik komputer baik software maupun hardware.

More PostsWebsite

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInGoogle Plus