Kayaknya kita sudah berada pada masa dimana kebanyakan orang begitu sensitif. Ya, sensitif. Kita harus benar-benar berhati-hati dalam mengungkapkan pendapat. Sedikit saja menyentuh ‘topik-topik sensitif’, maka akibatnya bisa fatal.

Nah, apa saja sih yang termasuk ‘topik-topik sensitif’ itu? Dari pengamatan saya yang sangat tidak bisa dipercaya, topik yang pertama adalah agama, kemudian suku/ras, dan yang terakhir status.

Yang pertama dan kedua (agama dan ras) kayaknya sudah cukup jelas. Kita selalu berusaha menghindari topik ini saat ngobrol dengan siapapun. Yang ketiga ini karangan saya saja kok. Status yang saya maksud di sini adalah status single/pacaran/nikah. ;) Jangan salah, itu topik sensitif juga lhoo.. :D

Saya ga akan menguraikan hal-hal di atas karna lumayan panjang. Mungkin di posting berikutnya. Yang pasti, saya juga memang menyarankan hal tersebut. Kalau ingin hubungan (dengan siapapun) berjalan lancar, sebaiknya memang menghindari topik-topik tersebut saat ngobrol.

Sayangnya itu kadang tidak membuat kita maju. Terkadang kita perlu memahami bahwa dalam perbedaan itu ada sesuatu yang indah. Jadi, kita memang kadang harus ngobrol/diskusi tentang hal-hal ‘sensitif’ tersebut. Dan saat membahas hal-hal itu, diperlukan pikiran yang terbuka untuk menerima semua hal yang bahkan bertentangan dengan apa yang kita yakini. Diperlukan hati yang penuh kesabaran dan kelapangan dada. Bagi wanita dewasa, dadanya boleh tetep menonjol kok. #eh

Namun di beberapa minggu terakhir ini saya belajar, bahwa sebenarnya tidak ada topik yang sensitif. Yang ada hanya kita saja yang terlalu sensitif. Ya, kebanyakan dari kitalah yang sensitif, bukan topiknya.

Tidak ada topik yang sensitif. Yang ada hanya orang-orang yang sensitif.

Setuju dengan saya? Mari kita mulai mengurangi ke’sensitif’an kita. Mari kita bersama-sama meniru gambar di atas. :)

Togap Tartius

Freelance web developer. Mantan guru komputer. Suka membaca dan berpikir. Hobi mengutak-atik komputer baik software maupun hardware.

More PostsWebsite

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInGoogle Plus