Pertanyaan tersebut pernah disampaikan oleh guru kimia SMA saya dulu. Mau pilih yang mana?

Oh, bagi kalian yang bingung, maksudnya adalah pilih mana, punya sedikit keterampilan/pengetahuan tapi benar-benar menguasainya, atau tau banyak hal tapi cuma sedikit-sedikit aja?

Pagi tadi saya mengikuti acara Youth Camp 2012 Palangkaraya, di mana materi awalnya juga membahas tentang hal ini. Pembicaranya bilang, lebih baik jika kita memiliki 1 atau 2 keterampilan saja, tapi benar-benar ahli dan menguasainya, daripada tau ini tau itu tapi cuma setengah-setengah. Dalam pelayanan, orang yang setengah-setengah itu tidak akan dipakai.

Oke, saya tidak akan bicara tentang pelayanan (di gereja), tapi saya ingin membawanya ke ruang lingkup yang lebih luas, yaitu kehidupan dan pergaulan sehari-hari.

Segala sesuatu punya sisi baik & buruk tersendiri. Sisi baik dari ‘sedikit tapi banyak’ sudah disebut di atas. Lalu apa sisi baik dari ‘banyak tapi sedikit’? Sisi baiknya adalah kita akan gampang bergaul. Tau banyak hal, meskipun cuma sedikit-sedikit akan memudahkan kita dalam berinteraksi dengan orang-orang, bahkan yang mungkin baru kita temui. Obrolan akan terus nyambung.

Jika kita cuma ‘sedikit tapi banyak’, maka saat kita kehabisan bahan obrolan, maka suasana akan canggung. Kita susah nyambung dalam topik-topik yang tidak kita ketahui.

Itu dia. Dua-duanya punya keunggulan tersendiri. Mengambil bagian-bagian baik dari 2 hal tersebut memang sebuah keharusan. Tapi secara nyata, melakukan kedua hal tersebut sangatlah susah. Dalam jangka waktu tertentu, kita harus memilih, mau mengembangkan 1-2 hal yang sudah kita tentukan, atau sedikit-sedikit belajar banyak hal memperluas wawasan?

Pilihan di tangan Anda. 🙂

Togap Tartius

Freelance web developer. Mantan guru komputer. Suka membaca dan berpikir. Hobi mengutak-atik komputer baik software maupun hardware.

More PostsWebsite

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInGoogle Plus