Postingan ini sudah lama ingin saya publish, cuman karna saya lupa tempat menyimpan konsep tulisannya, jadinya tertunda terus. Dan baru hari ini bisa saya terbitkan. Malam itu saya mendapat pencerahan pencerahan soal Seks. Eh, beneran loh. Tapi jangan negatif dulu ya. Yang menciptakan seks itu Tuhan. Dan saya yakin seyakin-yakinnya bahwa Dia menciptakan seks bukan untuk iseng atau hal negatif lain, melainkan agar kita makhluk hidup dapat menikmatinya. Sayangnya kebanyakan dari kita tidak mendapatkan informasi dan pendidikan seks yang baik dan benar. Karena itulah kita cenderung risih saat mendengar kata ‘seks’ atau istilah-istilah yang berkaitan di dalamnya. Padahal saya yakin secara diam-diam semua orang yang reproduksinya sudah ‘matang’ memikirkannya.

Well, malam itu bisa dibilang saya cukup beruntung bisa menyaksikan live streaming ‘Blogdetik Ajak Blogger Bicara Seks’ bersama Psikolog Seksual, Zoya Amirin. Awalnya cuma iseng aja, penasaran, ngobrolin seks itu gimana sih? Karna jujur, uhuk, sebelum malam ini, saya belum pernah melihat orang secara santai dan vulgar membicarakan hal yang dianggap tabu oleh masyarakat tersebut. Palingan obrolan mesum bersama teman-teman yang juga mesum. Haha. Tapi setelah mengikuti, saya jadi tahu betapa pentingnya pendidikan seks, bahkan sejak usia dini.

Sebelum lanjut, apa sih yang ada di pikiran kalian jika mendengar kata ‘Pendidikan Seks’? Apakah sekedar mempelajari posisi-posisi seks seperti dalam kamasutra atau film-film porno? Yah, itu mungkin saja salah satunya, tapi seks tidak sedangkal itu. Yang saya tangkap, emosi atau psikologi itu (kadang) lebih penting dibandingkan hubungan fisiknya. Jadi pendidikan seks yang sebenarnya adalah bagaimana agar kematangan mental dan emosi, juga pengetahuan tentang seks bisa seimbang dengan perkembangan tubuh (fisik). Bagaimana pentingnya untuk tahu istilah-istilah macam ‘penis’ atau ‘vagina’, dan tidak memberi istilah-istilah yang ngawur pada alat reproduksi.

Agak risih mendengar kata ‘penis’ dan ‘vagina’? Wajar. Saya juga agak risih menuliskannya. Tapi itu ilmiah. Universal. Semua orang tahu. Kita semua memilikinya masing-masing. 😉 Ini sangat penting diketahui oleh kita, terutama oleh orang yang bisa menjadi korban pelecehan seksual.

Seks juga perlu dipelajari. Dan sekali lagi saya ingatkan, seks yang saya sebut di awal paragraf ini bukan cuma masalah penetrasi penis ke dalam vagina, melainkan bagaimana memanfaatkan seks sebagai salah satu ‘ciptaan Tuhan’ ini agar kita dapat menikmatinya. Agar kelangsungan hubungan (rumah tangga) dapat harmonis. Agar kita tidak belajar dari sumber-sumber yang salah, baik dari ‘kata orang’, maupun dari pornografi. Seks itu bukan cuma sarana untuk ‘membuat’ keturunan.

Belajarlah seks dari sumber informasi yang terpercaya. Dan salah satu yang saya saya rekomendasikan adalah Detik Health.

Togap Tartius

Freelance web developer. Mantan guru komputer. Suka membaca dan berpikir. Hobi mengutak-atik komputer baik software maupun hardware.

More PostsWebsite

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInGoogle Plus