Kapan terakhir kamu jalan kaki (non stop), hhmm katakanlah 3 km?

Kalau pertanyaan itu ditujukan ke saya, maka jawabannya adalah, tadi pagi. Dan bukan cuma tadi pagi. Semenjak saya tinggal di Tangerang, saya setiap hari jalan kaki minimal 5 km. 5 km tersebut (menurut Google Map) adalah jarak dari kos ke kantor. Berhubung saya belum punya kendaraan sendiri, tidak ada angkutan umum di sekitar kos, dan agak malas naik ojek, maka saya tiap hari jalan kaki.

Saat kelas 2 SMA, saya pernah ikut lomba gerak jalan 45 km. Itu adalah lomba yang rutin diadakan tiap tahun menyambut 17 Agustusan, dimana kita dalam 1 regu yang berjumlah 17 orang berjalan kaki sejauh 45 km dalam sebuah barisan yang harus terus rapi dan serentak. Jalan kakinya memang tidak non stop. Ada 2 pos perhentian untuk istirahat. Meski begitu, jalan kaki dalam barisan yg rapi dan serentak sejauh itu bukanlah hal yang gampang. Kami di sekolah aja sampai latihan fisik yang gila-gilaan yang memang terbayarkan dengan memboyong pulang piala juara I.

Nah, hal tersebut jadi salah satu pertimbangan saya saat ingin ke mana-mana jalan kaki. “Ah, 45 km aja tembus kok. Kalo cuma 10 km mah keciiiill…”

Ini belm pernah saya ceritakan, bahwa tahun lalu saya jalan kaki belasan km keliling Samarinda. Dan 7 tahun yang lalu, saya pernah jalan kaki hampir sejauh 100 km dari Semarang ke Magelang. Ini benar-benar pernah terjadi lho. Nantilah cerita tentang hal itu saya tulis kalo ada waktu. 🙂

Kembali ke topik, sejauh yang saya lihat, orang-orang saat ini, terutama di indonesia, jarang sekali berjalan kaki. Apalagi kalua berkilo-kilometer jauhnya. Berikut ini adalah alasan-alasannya versi on the spot saya:

1. Gengsi

Yap, saya yakin ini adalah hal yang utama. Terutama kalo di kota-kota besar. Malu ah jalan kaki.

2. Capek

Dengan kecepatan jalan 6 km/jam (sudah termasuk cepat) maka jarak 3 km harus ditempuh dalam waktu 30 menit. Saya sendiri perjalanan ke kantor dengan jalan kaki menghabiskan waktu 1 jam. Capek? Jelas. Apalagi bagi orang-orang yang tidak terbiasa.

3. Trotoar Jelek

Di negara kita hak pejalan kaki kurang diperhatikan. Trotoar cuma bagus di tempat-tempat tertentu saja. 🙁

4. Kredit Kendaraan Mudah

Sistem kredit menurut saya adalah salah satu penemuan manusia yang sangat revolusioner. Bagaimana seseorang bisa memiliki sesuatu, walaupun belum punya dana yang mencukupi, itu adalah hal yang luar biasa. Kredit kendaraan bermotor saat ini sangat mudah. Kalau ada kendaraan, ngapain jalan kaki?

Mungkin masih banyak alasan lainnya. Tapi menurut saya ini sangat menyedihkan. Kenapa? Karna ke depannya, kita akan dituntut untuk selalu tepat waktu. Waktu jadi sangat berharga, dan kita akan semakin jarang menggunakan kaki kita. Padahal dulu sebelum ada kendaraan, nenek moyang kita ke mana-mana jalan kaki.

Pernah nonton film Wall-E? Di film itu, manusia hampir tidak pernah lagi jalan kaki. Kerjaannya cuma duduk di kursi terbang, makan, dan menonton layar canggih yang ada di hadapan mereka. Karna itu, semua manusia di film tersebut digambarkan mengalami obesitas.

manusia-masa-depan

Jalan kaki banyak manfaatnya. Jalan kaki itu membakar kalori dan lemak loh. Di iklan anlene kita juga disarankan untuk jalan kaki 10.000 langkah tiap hari. Supaya apa? Supaya tetap sehat tentunya. Jalan kaki juga melatih kepekaan kita terhadap lingkungan, paling tidak sepanjang jalan yang kita lewati.

Ya, saya tahu jalan kaki itu capek, keringetan, panas, belum lagi kalau hujan dan jalanan jadi becek. Saya mengalami semuanya. Tapi toh saya tetap suka jalan kaki. Sambil berharap agar pemerintah mau memperhatikan dan memperbaiki fasilitas bagi para pejalan kaki seperti saya.

Togap Tartius

Freelance web developer. Mantan guru komputer. Suka membaca dan berpikir. Hobi mengutak-atik komputer baik software maupun hardware.

More PostsWebsite

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInGoogle Plus