Kemaren sore saya di-sms seorang temen yang lagi praktik dinas perawat. Dia nanya apa saya bisa donor darah (lagi)…

Saya ga ingat kapan rasanya terakhir (dan untuk pertama kalinya) saya donor darah. Mungkin bulan Februari atau Maret. Yang saya tau, saya semacam ‘ketagihan’ untuk melakukan donor darah ini.

Saat pertama kali mendonorkan darah, saya begitu deg-degan. Ada sebuah perasaan dan sensasi yang sagat sulit diungkapkan saat donor darah. Saya berpikir, bahwa darah yang sebelumnya ada di dalam tubuh ini nantinya akan mengalir dan ‘hidup’ di pembuluh darah orang lain.

Orang meminta stok darah ke Palang Merah Indonesia jelas karena ada pasien yang membutuhkan darah. Dan saya sangat senang jika apa yang saya punya bisa membantu orang-orang yang membutuhkan tersebut. Saya merasa hidup saya jadi lebih berguna dan berarti.

Proses donor darahnya sendiri tidak berlangsung lama. Mungkin sekitar setengah jam. Dan cuma ada sedikit rasa sakit saat jarum menembus pembuluh darah. Setelah itu, ada rasa lega yang luar biasa. Dalam hati saya berjanji akan melakukannya lagi. Tentunya sesuai aturan medisnya dimana kita bisa mendonorkan darah paling cepat 8 minggu (sekitar 3 bulan) setelahnya.

Saya mendorong teman-teman untuk mencoba donor darah. Bukan cuma untuk merasakan sensasi yang saya ceritakan di atas, melainkan juga untuk berbagi dan menolong sesama.

Togap Tartius

Freelance web developer. Mantan guru komputer. Suka membaca dan berpikir. Hobi mengutak-atik komputer baik software maupun hardware.

More PostsWebsite

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInGoogle Plus