Hai, sobat. Agak telat juga saya ngepost malem-malem gini. Susah juga kalo ide itu disimpan terus. Paling ngga harus bikin draft-nya lah supaya ga kelupaan. Oke, apakah ‘menurunkan berat badan’ adalah salah satu resolusi kamu di tahun 2012? Kalau jawabannya iya, berarti kita sama. :D

Saat SMA, saya ingat berat badan saya di kisaran 50 kg. Paling naik dikit, terus turun lagi. Pokoknya segitu deh. Nah, pas kuliah, naik sekitar 3 kg jadi 53 kg. Pas kerja, atau sejak tahun lalu, naiknya jadi 64 kg, lebih dari 10 kg. Kalau dari segi tampilan sih ga masalah karena saya tetep ganteng, huehehe… Maksud saya, penampilan saya ga terlalu berubah. Cuman lebih ‘berisi’ dikit.

Saya sih ga terlalu masalah. Sayangnya kenaikan berat badan ini tidak disertai dengan kenaikan tinggi badan. Badan saya tingginya tetep 164 cm. Pendek yah? Iya. Makanya, karena saya pendek, saya ga mau melebar ke samping. Tapi usaha untuk meninggikan badan juga hampir tidak pernah saya lakukan. Main basket ga bisa. Berenang juga ga bisa.

Ga usah ketawa. Iya, saya ga bisa berenang. Sebenarnya bisa sih, tapi gaya batu.

Lanjut, akhirnya saya memutuskan untuk mengurangi berat badan saja. Salah satu alasan terkuat adalah karena celana-celana lama yang masih bagus udah ga muat lagi. Dan saya adalah orang yang hemat (baca: pelit). Kalau yang lama masih bisa dipakai, buat apa beli yang baru?

Jadi sejak tahun lalu saya memulai program diet konvensional, yaitu dengan mengurangi frekuensi makan. Sehari paling 2 kali aja. Makan siang dan makan malam. Sarapan sangat jarang, kecuali makanannya lagi enak, pasti sarapan. ;)

Sayangnya berat badan ga turun. Malah cenderung naik. Waduh, salah apa ya?

Ternyataaaaa… (Bersambung ke bagian II)

Togap Tartius

Freelance web developer. Mantan guru komputer. Suka membaca dan berpikir. Hobi mengutak-atik komputer baik software maupun hardware.

More PostsWebsite

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInGoogle Plus