Saat saya belajar tentang salah satu buah pemikiran terbrilian umat manusia yaitu Teori Relativitasnya Albert Einstein, saya ngerasa aneh. Bagaimana mungkin waktu bisa relatif? 1 menit di Jakarta pastilah sama dengan 1 menit di London. Saat saya mengatakan 2 tahun, yang saya maksud adalah 2 tahun; 24 bulan.

Tapi tenang, bukan Teori Relativitas yang ingin dibahas kali ini, melainkan waktu yang ternyata benar-benar relatif. Bukan secara sains, namun secara perasaan. Kamu pernah merasakannya juga, bukan? Menunggu download-an yang cuma 15 menit yang terasa seperti 2 jam. Atau saat menghabiskan waktu berdua dengan si doi yang rasanya singkat sekali, padahal udah ngobrol 3 jam!

Waktu berjalan lambat saat kita mengisinya dengan menunggu. Bahkan waktu seolah tidak bergerak saat kita melakukan sesuatu yang kita benci. Sebaliknya, waktu terasa berjalan lebih cepat saat kita sedang menikmati sesuatu dan mengerjakan hal-hal yang kita sukai. Dan yang kita semua tahu, waktu selalu berjalan terus. Dia tidak pernah kembali, dan dia tak pernah mau menunggu.

2 tahun, lebih beberapa bulan sih. Bener-bener ga terasa selama waktu itu saya jadi guru, pekerjaan pertama saya setelah lulus kuliah. 2 tahun itu seharusnya adalah waktu yang tidak sebentar. Tapi entah kenapa saat ini saya ngerasa waktu berjalan sangat cepat. “Rasanya seperti baru kemaren.”

Saya suka jadi guru. Profesi yang ga pernah sama sekali terpikirkan sebelumnya. Dan saya benar-benar enjoy! Lingkungan tempat kerja saya sangat kondusif & mendukung. Sayangnya saya yang berstatus sebagai pegawai kontrak tidak memperpanjang kontrak saya.

Ya, saya akan meninggalkan tempat kerja dan profesi ini. Sebenarnya saya tidak menutup kemungkinan untuk jadi pengajar lagi sih nanti. Masalahnya adalah kurikulum 2013 akan menghapus mata pelajaran komputer, jadinya kemungkinan jadi guru komputer lagi sangat kecil. Kalau ngasih les atau kursus komputer dan fisika masih mungkin aja. Dan saat ini saya sedang mencari pekerjaan yang sesuai jurusan saya: IT.

Banyak yang saya dapatkan selama 2 tahun ini, terutama pengalaman kerja. Saya baru benar-benar merasakan atmosfer dunia kerja yang sangat berbeda dengan saat sekolah atau kuliah dulu. Maaf, saya tidak bermaksud merendahkan pendidikan, tapi apa yang saya pelajari selama sekolah dan kuliah hanya berkontribusi sedikit di dunia kerja. Sikap dan karakter itu lebih penting. Menjadi seseorang yang disukai itu sangat penting, ya walaupun kenyataannya kita ga akan pernah bisa jadi orang yang disukai semua orang. Saya juga mengalami banyak kegagalan, rasa sakit, senang, sedih, bangga, galau, patah hati, dan lain-lain. Masih banyak sih, tapi ga cukup kalo semua ditulis di sini. *halah*

2 tahun. Saya belum jadi siapa-siapa. Well, orang tua saya sering membanding-bandingkan dengan orang lain yang dalam 2 tahun ini sudah jadi siapa-siapa. Atau mungkin saya aja yang ngerasa gitu. Masalahnya menurut saya jadi siapa-siapa itu bukanlah hal yang utama.

2 tahun. Walaupun saya bilang itu adalah waktu yang singkat, tapi banyak, buaaanyaaak sekali yang saya pelajari. Ga percaya? Liat aja postingan-postingan saya di blog ini. Atau follow twitter saya di @togaptar. *promosi* :ngakaks

2 tahun. Ah sudahlah, itu sudah berlalu. Tersimpan sebagai memori dan kenangan di otak dan… social media. Hehe :D

Saat ini saya sedang mempersiapkan sayap. Saya ingin terbang bebas. Walaupun tidak ‘setinggi mungkin’, tapi yang pasti akan ‘sebebas mungkin’, menyambut 2 tahun, atau tahun-tahun berikutnya.

Togap Tartius

Freelance web developer. Mantan guru komputer. Suka membaca dan berpikir. Hobi mengutak-atik komputer baik software maupun hardware.

More PostsWebsite

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInGoogle Plus